Ancaman Amerika ke Iran Dinilai Keterlaluan, Senator Indonesia: RI Jangan Terjebak Perangkap Politik Trump

Anggota DPD RI, Hilmy Muhammad tanggapi konflik Amerika-Iran. (Foto: Harianindo.id)

Dalam konteks Gaza, Gus Hilmy menyampaikan kritik keras terhadap inisiatif perdamaian yang dipelopori Amerika tanpa struktur multilateral yang adil. Menurutnya, keterlibatan Indonesia dalam skema seperti itu berisiko merusak posisi moral Indonesia selama ini.

“Indonesia dikenal konsisten membela Palestina. Tetapi jika masuk dalam geng yang tidak netral, posisi itu bisa runtuh. Perdamaian yang dirancang oleh pihak yang berpihak tidak akan melahirkan keadilan. Skema perdamaian yang tidak memberi ruang bagi Palestina untuk menentukan masa depannya sendiri hanya akan memperpanjang ketergantungan dan konflik.” tegasnya.

Gus Hilmy meminta Indonesia bersikap lebih hati-hati. Gus Hilmy juga mempertanyakan keterlibatan Indonesia dalam kelompok inisiatif perdamaian yang dipelopori Amerika tanpa mandat dan peran jelas dari PBB.

“Indonesia perlu berpikir ulang. Ketika tidak ada campur tangan PBB, kita patut curiga. Ada agenda apa sebenarnya. Keadilan Palestina tidak akan lahir dari skema yang berat sebelah. Keadilan tidak lahir dari belas kasihan negara kuat. Keadilan lahir dari pengakuan setara. Jika itu tidak ada, yang terjadi hanya pengelolaan konflik, bukan penyelesaian,” kata dia.

Gus Hilmy menegaskan, Indonesia tidak boleh terjebak dalam politik blok dan kepentingan geopolitik negara besar. Prinsip politik luar negeri bebas aktif harus dijaga secara konsisten.

Bacaan Lainnya

“Presiden dan Menteri Luar Negeri perlu menjelaskan secara terbuka apa tujuan Indonesia di Gaza. Jangan sampai Indonesia ikut mengail di air yang keruh dan kehilangan martabat diplomasi. Indonesia tidak boleh menjadi figuran dalam drama geopolitik,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *