BANTEN – Banjir melanda Kota Cilegon dan Kota Serang, Banten, sejak Jumat (2/1/2026) sore dan hingga Sabtu (3/1/2026) siang genangan air masih bertahan di sejumlah titik. Kondisi ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang bertepatan dengan pasang air laut, sehingga aliran air menuju laut tertahan.
Di Kota Cilegon, banjir merendam sejumlah titik strategis, termasuk Jalan Lingkar Selatan (JLS) dan akses utama menuju kawasan wisata Pantai Anyer di Kecamatan Ciwandan. Tingginya genangan air bahkan sempat menyebabkan satu unit mobil hanyut terbawa arus deras.
Petugas dari Dinas Perhubungan, kepolisian, serta warga setempat tampak bahu-membahu membantu kendaraan yang mogok akibat banjir. Selain jalan raya, banjir juga merendam permukiman warga di sejumlah kelurahan.
Banjir di Cilegon dilaporkan terjadi di Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Kepuh, Jalan Raya Kelurahan Tegalratu tepat di depan Koramil, serta Lingkungan Penauan, Kelurahan Kubangsari. Di Kecamatan Cibeber, genangan merendam Lingkungan Sambirata, Perumahan PCI Blok D, E, dan F, Perumahan Griya Praja Mandiri, serta kompleks perumahan Pemda dan PCI. Sementara di Kecamatan Jombang, banjir terjadi di Lingkungan Keranggot, Kelurahan Sukmajaya.
Wali Kota Cilegon Robinsar menyebut banjir terjadi akibat kombinasi curah hujan tinggi dan kondisi laut pasang.
“Prediksi BMKG, hari ini memang puncak curah hujannya cukup tinggi, ditambah dengan kondisi pasang air laut. Jadi air yang menuju ke laut tertahan dan berbalik karena kondisinya sedang pasang,” ujar Robinsar, Sabtu (3/1/2026).
Akibat banjir di JLS dan Ciwandan, arus lalu lintas menuju Anyer terganggu. Kendaraan truk yang hendak menyeberang dari Pelindo II Ciwandan menuju Pelabuhan Merak terpaksa dialihkan sejak Jumat malam, dan hingga Sabtu siang aktivitas truk di Pelindo II terpantau sepi.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, mengatakan pengalihan dilakukan untuk menjaga kelancaran layanan penyeberangan selama libur Natal dan Tahun Baru.
“Bersama kepolisian dan KSOP, ASDP melakukan pengalihan layanan dari Pelabuhan Ciwandan (Pelindo II) ke Pelabuhan Merak sebagai langkah antisipatif agar pelayanan penyeberangan tetap berjalan aman, tertib, dan terkendali,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Sementara itu, di Kota Serang, banjir turut merendam kawasan bersejarah. Berdasarkan data BPBD, makam keluarga Sultan Banten di area Masjid Agung Banten Lama tergenang air setinggi sekitar 20 sentimeter.
Secara keseluruhan, banjir di Kota Serang berdampak pada 1.087 kepala keluarga dengan total 3.033 jiwa, serta merendam 1.023 rumah. Wilayah terdampak terparah berada di Kecamatan Kasemen dengan 1.077 kepala keluarga terdampak. Di Kecamatan Serang, tepatnya Cimuncang Cilik, Kelurahan Cimuncang, banjir setinggi sekitar 30 sentimeter merendam rumah 10 kepala keluarga.
BPBD di kedua daerah terus melakukan pemantauan dan penanganan darurat, sembari mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi.
