“Dengan keikutsertaan langsung dalam pameran, pelaku usaha tidak hanya menjual produk, tetapi juga belajar memahami selera pasar, kemasan yang diminati, serta bagaimana membangun merek. Ini penting agar usaha mereka bisa berkelanjutan,” katanya.
Selain promosi, Kami juga mendorong penguatan identitas produk unggulan kawasan transmigrasi melalui kurasi produk, penyajian visual produk yang sesuai dengan market, serta narasi tentang asal-usul dan nilai tambah produk. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik sekaligus nilai jual produk di mata konsumen.
Menurut Direktur Widardjanto, promosi produk unggulan kawasan transmigrasi sejalan dengan tujuan pembangunan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal.
“Kami ingin produk unggulan dari kawasan transmigrasi tidak hanya dikenal sebagai produk lokal, tetapi menjadi produk unggulan nasional yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, Kementerian Transmigrasi akan terus memperluas jejaring promosi dan pemasaran dengan melibatkan lebih banyak pelaku usaha transmigrasi dalam berbagai event pameran dan forum bisnis. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi produk unggulan kawasan transmigrasi di pasar sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat transmigran.
