Listrik Sering Padam, BPK Tuduh PLN Kangean Abai dan Permainkan Nasib Warga Ramadan

Tangkapan layar surat somasi dan permohonan intervensi oleh Barisan Pemuda Kepulauan (BPK) Kangean. (Foto: IG bpk_kangean)

SUMENEP – Pemadaman listrik yang terjadi berulang kali saat Ramadan di wilayah Kangayan dan Kepulauan Kangean memantik kemarahan publik. Barisan Pemuda Kepulauan (BPK) Kangean secara terbuka menuding PLN ULP Kangean abai terhadap kewajiban pelayanan publik dan membiarkan masyarakat menjadi korban pemadaman tanpa kepastian.

Somasi resmi dilayangkan melalui Surat Nomor 01/SOMASI-PLN/II/2026 pada Rabu (25/2/2026). Dalam surat tersebut, BPK menilai pemadaman berulang terutama saat waktu-waktu krusial seperti salat tarawih dan sahur, kejadian ini bukan lagi sekadar gangguan teknis biasa, melainkan bentuk kelalaian serius yang berdampak luas.

“Pelayanan kelistrikan merupakan bagian dari pelayanan publik yang menjadi kewajiban penyedia layanan untuk menjamin kontinuitas, kestabilan, dan kualitas pasokan listrik kepada masyarakat pelanggan,” tegas BPK dalam surat yang diterima media.

Menurut BPK, hingga kini tidak ada penjelasan terbuka dan transparan mengenai penyebab pasti pemadaman. Tidak ada peta perbaikan yang disampaikan. Tidak ada jaminan waktu normalisasi. Yang ada hanya listrik yang padam berulang kali di tengah masyarakat yang sedang menjalankan ibadah.

BPK menyebut dampaknya bukan perkara sepele. Ibadah terganggu, aktivitas pendidikan terhambat, pelayanan publik tersendat, dan pelaku usaha kecil mengalami kerugian.

Bacaan Lainnya

“Ini bukan sekadar mati lampu. Ini menyangkut hak dasar warga atas pelayanan publik yang layak,” bunyi pernyataan dalam somasi tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *