DEPOK – Pemerintah Kota Depok menyerahkan hibah lahan dan bangunan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) kepada Kementerian Agama sebagai upaya memperkuat layanan pendidikan keagamaan di wilayah tersebut. Total nilai hibah yang diberikan mencapai Rp17 miliar dan mencakup lahan seluas 3.300 meter persegi berikut gedung madrasah, serta tambahan lahan pengembangan seluas 5.000 meter persegi.
Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii menilai langkah Pemkot Depok tersebut sebagai kebijakan strategis yang menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun sektor pendidikan.
“Saya memberikan apresiasi kepada Pak Walikota Depok karena perhatian beliau terhadap pendidikan itu adalah langkah yang sangat terukur. Pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan harus dimulai dari sekolah,” ujar Romo Muhammad Syafii di Depok, Rabu.
Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap pendidikan, khususnya pendidikan keagamaan, merupakan investasi jangka panjang yang dampaknya menentukan kualitas bangsa ke depan.
“Memberikan sekolah dan perhatian terhadap dunia pendidikan bukan hanya kerja hari ini. Ini adalah kerja jangka panjang untuk mempersiapkan masa depan anak-anak. Dari sinilah kualitas bangsa Indonesia ditentukan,” kata dia.
MTs Negeri yang dihibahkan tersebut dirancang untuk menampung sekitar 140 siswa yang terbagi dalam empat rombongan belajar, dengan dukungan 16 tenaga pendidik. Madrasah ini direncanakan mulai beroperasi pada Juli mendatang, bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru.
Selain hibah kepada madrasah negeri, Pemkot Depok juga memberikan perhatian pada madrasah swasta. Wali Kota Depok Supian Suri menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menggratiskan biaya pendidikan di 14 MTs swasta di Kota Depok.
“Kami menggratiskan sekolah di 14 Madrasah Tsanawiyah swasta di Kota Depok. Setiap anak dibiayai Rp3 juta per tahun. Nilai itu setara dengan SPP Rp250 ribu per bulan yang ditanggung Pemerintah Kota Depok,” ujarnya.
Meski demikian, Supian mengakui bahwa bangunan MTs Negeri yang baru dihibahkan masih membutuhkan dukungan sarana penunjang, khususnya furnitur.
“Bangunan madrasah ini memang belum memiliki furnitur yang memadai. Karena itu kami meminta dukungan melalui program CSR Bank Jawa Barat sebesar Rp250 juta. Dana tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mebelier madrasah tsanawiyah negeri yang baru,” kata dia.
Dengan hibah aset dan dukungan lintas sektor ini, pemerintah berharap layanan pendidikan keagamaan di Kota Depok dapat semakin berkualitas dan menjangkau lebih banyak peserta didik.
