Pada malam penutupan, materi penguatan literasi digital disampaikan oleh Masrullah, yang juga merupakan instruktur PKPNU Jawa Timur. Dalam paparannya bertajuk “Bijak Bermedia Sosial”, ia mengingatkan dampak psikologis penggunaan media sosial, salah satunya fenomena Fear of Other People’s Opinions, yakni rasa khawatir berlebihan terhadap penilaian orang lain yang dapat memicu perasaan tidak percaya diri dan rendah diri.
Ia mengajak para santri untuk menempatkan media sosial secara proporsional, serta membangun kesadaran bahwa orientasi utama seorang muslim adalah pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT, bukan sekadar persepsi manusia.
Kegiatan ini dikemas dalam format sesi seminar yang interaktif, sehingga memungkinkan partisipasi aktif peserta dalam setiap rangkaian materi yang disampaikan. Interaksi tersebut terwujud melalui sesi tanya jawab, diskusi terbuka, hingga praktik langsung yang memperkuat pemahaman konseptual dan aplikatif para santri terhadap materi yang diterima.
Dari keseluruhan rangkaian acara tersebut, dokumentasi dan siaran lengkap dapat disaksikan melalui media resmi @alibrohimygalistv, yang merupakan lembaga penyiaran Yayasan Pondok Pesantren Al Ibrohimy Galis Bangkalan.
Dengan berakhirnya rangkaian Pesantren Ramadhan 1447 H, Yayasan Pondok Pesantren Al Ibrohimy berharap lahir generasi santri yang tidak hanya cakap dalam membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga memiliki karakter kuat, kecerdasan emosional, serta kecakapan digital yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pesantren dalam menjawab tantangan zaman melalui pendekatan pendidikan yang integratif dan berkelanjutan.







