Puisi-Puisi Hisyam Billya

Ilustrasi

Aku kemasi kesakitan yang lengking. Dan tulang-tulang yang mengabu darimu

Selamat sore Indonesia

yang berparas surga

Aku tanam seribu mawar, agar merekah bahagia

Ku dendangkan kecapi dan harpa, agar mengalun merdu gema

Bacaan Lainnya

Padamu semata..

Selamat malam Indonesia

yang tak habis-habisnya gementar, menjalin keabadian

Seorang pemuda menenteng tas, pergi mengoreskan nasib ke arah bintang-bintang

Angin samudramu yang ramah, membuatnya berdansa diantara cemara-cemara.

Selamat pagi, sore dan malam Indonesia.

Nagari yang menyihir darahku,

Aku telusuri sunyi, gegap gempita dan segala macamnya. Atas nama logam, batubara, nikel dan emas yang agung.

Aku rawat dadamu yang menghitam, karena keserakahan.

Aku tengadahkan sepucuk doa. Supaya runtah segenap-genap gelisah.

o..Indonesia lenyaplah duka lara, berdenyutlah sejahtera.

Gemah ripah loh jinawi. Senyum wajah nafas berseri-seri

Solo, 2025

 

Ritmis Pertemuan

Demi angin yang memperdalam hening

Demi senja yang menembus sela-sela ranting

Dan demi burung gereja yang menangisi matahari,

Rindu yang dahsyat membuatku bersitahan di taman

Kau di ujung jalan, mendekat pelan. Ada semerbak yang turun dari langit,

Lalu kita saling betah berhadapan, terjulai satu sama lain.

Bunga-bunga di taman menyembah kita, aku dan nyawaku penuh gelora

Sunyi menyayat, darah deras mengalir dari mulutku

Di saat yang sama, ada nyanyian kabung bagi segenap rindu

Pada matamu yang terus memandangku

Yogyakarta, 2025

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *