Temuan Korban Baru, SAR Perpanjang Pencarian WNA Spanyol Korban KM Putri Sakinah

Temuan Korban Baru, SAR Perpanjang Pencarian WNA Spanyol Korban KM Putri Sakinah. (Foto: Istimewa)

KUPANG – Tim SAR gabungan memutuskan memperpanjang kembali operasi pencarian korban kapal wisata KM Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Keputusan ini diambil setelah ditemukannya salah satu korban dalam operasi pencarian terbaru.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), mengatakan pencarian diperpanjang selama tiga hari ke depan.

“Kita lanjutkan lagi proses pencarian korbannya. Kami perpanjang lagi proses pencariannya selama tiga hari,” kata Fathur Rahman saat dihubungi dari Kupang, Minggu (4/1/2026).

Perpanjangan ini berkaitan dengan upaya pencarian empat wisatawan warga negara asing (WNA) asal Spanyol yang dilaporkan hilang sejak kapal wisata tersebut tenggelam pekan lalu. Keempat korban terdiri dari seorang pelatih perempuan klub sepak bola Valencia FC dan tiga anaknya.

Sebelumnya, operasi pencarian telah berlangsung selama 10 hari dan sempat diperpanjang pada periode 2–4 Januari 2026. Dalam rentang waktu tersebut, tim SAR gabungan yang melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan, Ditpolairud Polda NTT, TNI AL, Bakamla, serta unsur terkait lainnya berhasil menemukan dua korban dalam kondisi meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

Korban pertama yang ditemukan adalah seorang anak berusia 12 tahun, sedangkan korban kedua yang ditemukan pada Minggu (4/1/2026) merupakan pelatih klub sepak bola Valencia FC.

Menurut Fathur Rahman, ditemukannya korban terbaru menjadi indikator kuat bahwa peluang menemukan korban lain masih terbuka.

“Dengan diketemukan satu korban pagi tadi, tanda-tanda diketemukan korban yang lain ada, makanya kita perpanjang lagi selama tiga hari,” ujarnya.

Ia menjelaskan, apabila dalam masa perpanjangan tersebut tidak ditemukan korban tambahan, maka operasi pencarian resmi akan dihentikan. Namun demikian, pemantauan di lokasi kejadian tetap akan dilakukan oleh pihak terkait.

Lebih lanjut, Fathur mengungkapkan bahwa tantangan utama dalam proses pencarian adalah kondisi cuaca di perairan Labuan Bajo yang sulit diprediksi. Meski demikian, tim SAR tetap berupaya maksimal menjalankan tugas kemanusiaan tersebut.

“Terkait kendala yang ditemukan di lapangan saat pencarian korban adalah faktor cuaca, dimana sulit diprediksi, tetapi proses pencarian tetap kita laksanakan,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *