Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif. Para peserta aktif menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait tantangan kebangsaan di lingkungan masing-masing. Beberapa isu yang dibahas antara lain pengaruh media sosial terhadap generasi muda, potensi perpecahan akibat isu-isu provokatif, serta cara mengaitkan nilai 4 Pilar Kebangsaan dengan kegiatan keagamaan rutin seperti pengajian dan khutbah Jumat.
Menanggapi hal tersebut, narasumber menegaskan pentingnya keteladanan dari para imam dan tokoh agama. “Generasi muda akan lebih mudah menerima nilai Pancasila dan kebangsaan jika disampaikan melalui contoh nyata dan bahasa agama yang mereka pahami, bukan dengan cara menggurui,” tambahnya.
Selain sesi diskusi, peserta juga menyampaikan sejumlah masukan. Mereka berharap materi sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dapat disesuaikan dengan bahasa dan budaya lokal masyarakat Trenggalek agar lebih membumi. Pelibatan generasi muda masjid dan remaja desa juga dinilai penting agar nilai-nilai kebangsaan dapat ditanamkan sejak dini dan berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan penegasan komitmen para peserta untuk ikut menyosialisasikan dan mengimplementasikan nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan di lingkungan masjid dan masyarakat sekitar. Melalui sinergi antara tokoh agama, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat, diharapkan Kecamatan Karangan tetap terjaga sebagai wilayah yang rukun, toleran, dan berlandaskan semangat persatuan dan kesatuan bangsa.
