“tumpahan minyak sawit, meski berasal dari bahan nabati, tetap berpotensi merusak ekosistem laut”.
Menurut Argus, lapisan minyak di permukaan laut menghambat masuknya cahaya matahari dan mengganggu pertukaran oksigen di dalam air. Kondisi ini dapat memicu penurunan kadar oksigen terlarut yang berujung pada kematian ikan, kerang, dan organisme laut lainnya.
“Dampak ini semakin memprihatinkan karena Gili Iyang dikenal sebagai salah satu daerah dengan kadar oksigen udara tertinggi di Indonesia, bahkan menarik perhatian wisatawan sebagai destinasi wisata kesehatan.”
Ia menilai pencemaran ini mengancam keberlanjutan ekosistem laut sekaligus mata pencaharian nelayan dan citra Gili Iyang sebagai tujuan wisata.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyatakan pemerintah daerah akan melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur. Ia menyebut pencemaran laut berpotensi menimbulkan kerugian ekologis dan ekonomi dalam jangka panjang.
