JAKARTA – Organisasi kemanusiaan Aqsa Working Group (AWG) menyambut positif kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran, seraya berharap langkah tersebut dapat berkembang menjadi perdamaian permanen.
Isu utama yang mengemuka adalah dorongan agar gencatan senjata tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga diawasi secara ketat oleh komunitas internasional demi menciptakan stabilitas kawasan dan global.
Ketua Presidium AWG, M. Anshorullah, menyampaikan harapannya agar momentum ini menjadi titik awal perdamaian jangka panjang, terutama menjelang musim ibadah umat Islam.
“Semoga menjadi gencatan senjata permanen agar tercipta stabilitas regional bahkan global, terlebih umat Islam akan memasuki musim haji,” kata M. Anshorullah di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
AWG juga mengapresiasi peran Pakistan yang dinilai berhasil memediasi kedua pihak hingga tercapai kesepakatan dan pertemuan di Islamabad.
Namun demikian, organisasi tersebut menegaskan pentingnya pengawasan internasional terhadap implementasi kesepakatan tersebut.
“Oleh karena itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan negara-negara di dunia harus benar-benar memastikan kesepakatan ini ditaati oleh semua pihak, terutama Zionis Israel,” katanya.
Di sisi lain, AWG menyoroti bahwa kondisi di Gaza masih diwarnai kekerasan meski gencatan senjata telah diberlakukan. Mereka juga mengkritik kebijakan Israel di kawasan Timur Tengah yang dinilai memperburuk situasi konflik.
“Eksistensi kolonialisme mereka di Palestina yang diwujudkan dalam politik apartheid dan rasis merupakan anomali dari tujuan keadilan dan perdamaian dunia. Mereka adalah musuh kemanusiaan yang harus segera dimusnahkan,” katanya.
Selain itu, AWG turut mengutuk serangan udara Israel ke Lebanon pada awal masa gencatan senjata.
“Ini adalah kejahatan genosida seperti yang mereka lakukan di Gaza. Zionis Israel harus diadili, diseret ke Mahkamah Internasional,” kata organisasi itu.
Dengan berbagai dinamika tersebut, AWG menilai bahwa keberhasilan gencatan senjata sangat bergantung pada komitmen semua pihak serta peran aktif komunitas internasional dalam menjaga stabilitas dan mendorong perdamaian berkelanjutan.







