
Ia juga mengingatkan para santri tentang tantangan zaman yang semakin kompleks, terutama derasnya arus informasi di media sosial yang berpotensi memicu perpecahan. Oleh karena itu, generasi muda perlu memiliki pegangan nilai yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang memecah belah persatuan.
“Beda pilihan itu biasa, beda pendapat itu wajar. Tapi persaudaraan dan persatuan harus tetap di atas segalanya,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Nduk Nik berharap nilai-nilai kebangsaan yang tumbuh di lingkungan pesantren dapat terus menyebar dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam menjaga persatuan serta menghadapi tantangan sosial di era modern.
“Indonesia ini besar karena keberagamannya. Tugas kita bersama adalah merawatnya,” pungkasnya.







