BANGKALAN — Karya modifikasi sepeda motor Pelor Angen garapan F ART 32 Bangkalan bersama Ajies Sabara berhasil menorehkan prestasi di ajang KUSTOMFEST 2026. Karya anak Madura tersebut meraih Juara 1 kelas FFA Nitrohead, memperoleh tujuh Pick, serta menyabet penghargaan Best of the Best Motorcycle.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa kreativitas pelaku modifikasi otomotif dari daerah mampu bersaing di ajang bergengsi. Melalui Pelor Angen, F ART 32 Bangkalan tidak hanya menampilkan karya modifikasi, tetapi juga membawa identitas dan kebanggaan Madura ke panggung komunitas otomotif yang lebih luas.
Keberhasilan tersebut sekaligus melanjutkan perjalanan F ART 32 Bangkalan dalam dunia modifikasi sepeda motor. Pada 2016, bengkel asal Bangkalan itu tercatat telah membawa nama Indonesia hingga ke Thailand. Kini, melalui Pelor Angen, mereka kembali menunjukkan konsistensi dalam berkarya dan memperkenalkan potensi kreatif putra Madura.
Bagi Ajies Sabara dan F ART 32, pencapaian di KUSTOMFEST 2026 bukan sekadar persoalan memenangkan kompetisi. Prestasi tersebut juga memperlihatkan bahwa pelaku kreatif dari daerah memiliki peluang untuk mendapatkan pengakuan melalui kualitas karya dan kemampuan berinovasi.
Namun, perjalanan menuju pencapaian tersebut tidak terlepas dari tantangan. Dukungan pemerintah daerah yang dirasakan masih terbatas menjadi salah satu persoalan yang disoroti dalam perjalanan mereka. Situasi ini memunculkan harapan agar potensi kreatif lokal memperoleh perhatian yang lebih besar, baik melalui fasilitasi, promosi, maupun dukungan pengembangan industri kreatif.
Padahal, prestasi seperti yang diraih Pelor Angen dapat menjadi modal penting untuk memperkenalkan Bangkalan dan Madura kepada khalayak yang lebih luas. Dukungan terhadap modifikator lokal juga berpotensi membuka ruang bagi pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif, khususnya di sektor otomotif dan modifikasi.







