Presiden Prabowo dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa efektivitas anggaran tidak hanya diukur dari besarnya dana yang disalurkan, melainkan dari ketepatan waktu dan sasaran distribusi. Beliau menginstruksikan agar seluruh lini birokrasi mengelola dana rakyat dengan penuh tanggung jawab, mengingat urgensi manfaat yang harus segera dirasakan oleh warga negara.
“Dalam diskusi ini, ditekankan pula pentingnya pengelolaan keuangan yang akuntabel dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat,” tambah Teddy. Lebih lanjut, Seskab Teddy menjelaskan bahwa koordinasi intensif dengan PPATK ini menjadi instrumen vital untuk memantau aliran dana secara real-time. Dengan pengawasan yang lebih kuat, celah-celah potensi kerugian negara diharapkan dapat ditutup lebih dini, sejalan dengan visi Presiden untuk menciptakan pemerintahan yang bersih.
“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen tegas Bapak Presiden dalam mewujudkan tata kelola negara yang bersih dan bebas dari korupsi,” tutupnya.







