TRENGGALEK – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan peninjauan langsung terhadap perkembangan pembangunan Bendungan Bagong yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Kamis (30/4/2026). Dalam kunjungan kerja kali ini, sosok Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, tampak hadir mendampingi Wapres, yang seketika menjadi pusat perhatian masyarakat setempat.
Rombongan kepresidenan mendarat di lokasi proyek sekitar pukul 10.00 WIB. Selain Raffi Ahmad, turut serta dalam peninjauan tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, dan Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin. Kehadiran para pejabat ini bertujuan untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur vital tersebut berjalan sesuai jadwal guna memberikan dampak ekonomi bagi warga Jawa Timur, khususnya di wilayah selatan.
Dalam sesi dialog bersama para kepala desa se-Kabupaten Trenggalek, Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap responsif terhadap segala keluhan di tingkat bawah. Ia mengungkapkan bahwa kanal komunikasi dengan pemerintah daerah tidak pernah tertutup, baik secara formal maupun melalui platform digital.
“Saya juga di kantor sering menerima beberapa kepala desa, baik melalui media sosial maupun surat. Banyak yang memberikan masukan dan evaluasi terkait program-program yang ada saat ini,” ujar Gibran di hadapan para perangkat desa dan pelaksana proyek, dilansir Kompas.com, Kamis (30/4/2026).
Tidak hanya membahas mengenai fisik bendungan, Wapres juga merespons isu-isu krusial lainnya yang dikeluhkan oleh para kepala desa. Salah satu yang menjadi sorotan adalah masalah konektivitas wilayah yang terhambat akibat belum tersambungnya Jalur Lintas Selatan (JLS) secara utuh. Gibran berjanji akan segera mengoordinasikan kendala lapangan tersebut dengan kementerian terkait, terutama mengenai hambatan teknis dan sosial.
“Tadi ada sekitar 40 kilometer ruas jalan yang belum tersambung, itu nanti akan segera kami tindak lanjuti. Termasuk juga persoalan pembebasan lahan di sini, akan kami carikan solusi terbaik,” tegas Gibran. Ia juga menambahkan bahwa penguatan Dana Desa tetap menjadi prioritas pemerintah agar pembangunan tidak hanya berpusat di kota, tetapi merata hingga ke akar rumput.
Di sisi lain, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Trenggalek, Puryono, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kesediaan Wapres untuk turun langsung ke lapangan. Menurutnya, kunjungan ini memberikan harapan baru bagi percepatan pembangunan di Trenggalek yang selama ini dinilai memerlukan perhatian khusus dari pemerintah pusat.
“Kami perwakilan kepala desa se-Kabupaten Trenggalek menyampaikan terima kasih kepada Mas Wapres yang sudah berkunjung. Harapannya, Trenggalek semakin makmur,” ungkap Puryono.
Lebih lanjut, Puryono menitipkan pesan terkait integrasi infrastruktur air di wilayahnya. Ia menekankan bahwa bendungan besar tidak akan berfungsi optimal bagi rakyat tanpa adanya saluran distribusi yang memadai ke lahan-lahan pertanian.
“Jaringan irigasi di Bendungan Tugu ini sangat penting karena sampai sekarang belum terbangun. Kami berharap segera direalisasikan agar petani bisa merasakan manfaatnya,” pungkas Puryono.
Kunjungan kerja ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian Bendungan Bagong yang diproyeksikan dapat mengairi ribuan hektar sawah serta menjadi pengendali banjir dan penyedia air baku di kawasan Trenggalek dan sekitarnya.







