Tepis Tuduhan Tunggangi Demo, PDIP: Itu Mengkerdilkan Nalar Kritis Rakyat!

Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta menggelar demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia, Jumat (12/6/2026). (Foto: Tirto.id)

JAKARTAPartai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyuarakan kritik tajam terhadap tudingan yang menyebut partai berlogo banteng tersebut berada di balik gelombang aksi demonstrasi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil belakangan ini. PDIP menilai tuduhan tersebut tidak hanya tidak berdasar, tetapi juga merendahkan kecerdasan dan nalar politik publik yang kian dewasa.

Juru Bicara PDIP, Aryo Seno Bagaskoro, menolak keras anggapan bahwa gerakan massa tersebut merupakan pesanan atau subordinat dari agenda politik partainya. Menurut Seno, masyarakat hari ini sudah sangat melek literasi dan cerdas, sehingga tidak masuk akal jika gerakan murni mereka dikecilkan sebagai bentukan parpol tertentu.

“Menuduh gerakan masyarakat sipil dan mahasiswa sebagai bentuk subordinat dari kepentingan politik merupakan bentuk pengkerdilan terhadap nalar politik masyarakat. Masyarakat kita sudah semakin melek literasi dan cerdas, tidak masuk akal jika gerakan mereka dikecilkan sebagai setting agenda politik tertentu,” ujar Seno, Jumat (19/6/2026) dikutip dari Tirto.id

Seno menguraikan tiga poin utama mengapa tuduhan tersebut keliru dan ahistoris. Pertama, PDIP mengklaim tidak memiliki rekam jejak menunggangi kelompok mana pun dan selalu bergerak terbuka di garis depan jika negara dalam kondisi darurat. Kedua, posisi politik PDIP didasarkan pada keputusan resmi Kongres yang transparan. Ketiga, aksi mahasiswa murni lahir dari kesadaran kritis menyikapi dinamika demokrasi.

“Tidak ada ceritanya dalam sejarah kami menunggangi kelompok apa pun. Jika ada situasi genting yang darurat bagi bangsa dan negara, PDI Perjuangan selalu berada di garis terdepan secara terang-terangan,” tegas Seno.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, ia memastikan PDIP tetap konsisten memegang mandat konstitusi untuk menjalankan fungsi kontrol sosial di luar pemerintahan demi menjaga agar suara rakyat tetap didengar oleh penguasa.

“Kami berperan kritis berdasarkan data dan fakta aktual. Pegangan kami adalah semangat konstitusi agar kekuasaan selalu dikontrol sehingga suara rakyat tetap didengar,” jelasnya.

Sikap defensif dan kritis dari PDIP ini mencuat menyusul pernyataan dari Ketua Fraksi PKB DPR RI, Jazilul Fawaid. Pria yang akrab disapa Gus Jazil itu sebelumnya menyoroti kehadiran salah satu kader PDIP dalam aksi demonstrasi dan meminta partai tersebut mempertegas arah politiknya agar tidak memicu ambiguitas yang dapat mengganggu stabilitas program kerja pemerintah.

Gus Jazil menekankan bahwa soliditas seluruh elemen bangsa sangat dibutuhkan saat ini, mengingat pemerintah sedang berfokus mengejar target program yang dijanjikan Presiden.

“Saya berharap PDIP mengambil sikap yang tegas. Kalau memang berada di posisi oposisi, ya oposisi saja. Jangan bersikap abu-abu. Karena kami semua saat ini sedang berjuang keras untuk mewujudkan apa yang menjadi janji Presiden,” ujar Gus Jazil dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (18/6/2026) dilansir dari Tirto.id.

Meskipun menyatakan enggan mencampuri urusan internal PDIP terkait kadernya yang ikut berdemo, Gus Jazil menyentil pentingnya keselarasan antara ucapan dan tindakan sebuah partai politik demi menjaga iklim kerja sama yang sehat.

“Terkait pernyataan bahwa kehadiran salah satu kader dalam aksi demonstrasi tidak merepresentasikan sikap partai, tentu kami tidak ikut campur dalam urusan internal PDIP. Apa pun posisinya, kerja sama tetap bisa dilakukan. Namun, sikap yang tegas tentu lebih kami hargai daripada mengatakan A tetapi yang dikerjakan B,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *