Beragama di Tengah Merosotnya Nilai Kemanusiaan

Ilustrasi. (Foto: Chatgpt.com)

Tidak ada Agama yang mengajarkan keburukan. Semua berusaha mengajak pemeluknya untuk berusaha berbuat kebaikan pada sesama. Tentu saja Agama yang diakui di negara kita Indonesia menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan. Hakikat dasar kemanusiaan termasuk kebutuhan untuk menegakkan keadilan. Seperti statement yang diugkapkan oleh Prof. Dr. Nurcholish Madjid atau lebih akrabnya disapa Cak Nur, bahwa nilai kemanusiaan terletak dalam tindakan amal shalih dan manfaat yang diberikan terhadap orang lain.

Kemanusiaan dapat kita lihat dari moralitas, terutama dalam komunikasi dan solidaritas. Satu individu membentuk relasi dengan individu lain. Moralitas menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena dengan moralitas manusia dapat menghargai perbedaan. Beberapa minggu lalu satu insiden di Tanggerang Selatan yang menimpa teman-teman mahasiswa katolik ketika mereka sedang melaksanakan ibadah dan berdoa, lalu mereka digeruduk oleh warga setempat dengan menggunakan senjata tajam. Dari konflik inilah yang memicu terjadinya kekerasan antar Agama. Terkadang mereka menjadikan Agama sebagai senjata untuk kepentingan faktor pribadinya. Oleh karena itu, dari peristiwa ini bagaimana kita belajar menghargaai perbedaan, karena seyogianya perbedaan adalah rahmat dari Sang Pencipta. Wallahu A’lam Bishawab.

Pos terkait