KEBUMEN – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PPP, H. Ja’far Shodiq, M.Hum, menyerahkan bantuan aspirasi kepada Paguyuban Kuda Lumping Langen Budoyo dalam rangka mendukung pelestarian seni budaya tradisional di Kabupaten Kebumen. Penyerahan bantuan dilakukan pada kegiatan Pentas Kesenian Langen Budoyo dan Randu Budoyo yang berlangsung di Dusun Perkutukan, Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan yang dihadiri ratusan masyarakat tersebut menjadi wadah apresiasi terhadap seni tradisional sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Peniron Triyono Adi, para sesepuh paguyuban, tokoh masyarakat, panitia penyelenggara, serta perwakilan media.
Acara diawali dengan penyambutan tamu melalui pertunjukan Tari Cepet, Kuda Lumping Langen Budoyo, dan Barongan yang mencerminkan kekayaan seni budaya masyarakat Desa Peniron.
Ketua panitia, Kasidin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Menurutnya, pentas budaya tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga berfungsi sebagai media edukasi untuk memperkenalkan dan menanamkan kecintaan generasi muda terhadap kesenian tradisional.
Sementara itu, Kepala Desa Peniron, Triyono Adi, menyatakan dukungannya terhadap berbagai kegiatan pelestarian budaya yang diinisiasi masyarakat. Ia berharap paguyuban seni tradisional di desa tersebut terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas budaya lokal.
Pada kesempatan tersebut, H. Jafar Shodiq secara simbolis menyerahkan bantuan aspirasi kepada Paguyuban Kuda Lumping Langen Budoyo yang diterima oleh sesepuh paguyuban, Wiarjo (Sudin). Bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan kegiatan seni budaya sekaligus upaya menjaga keberlangsungan kelompok seni tradisional di Kabupaten Kebumen.
Dalam sambutannya, H. Jafar Shodiq menegaskan bahwa kesenian tradisional merupakan bagian dari identitas bangsa yang harus dijaga secara berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
“Kesenian tradisional adalah warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat. Karena itu, pemerintah bersama masyarakat harus terus bersinergi agar kelompok seni seperti Langen Budoyo dan Randu Budoyo tetap hidup, berkembang, dan mampu diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup diwujudkan melalui penyelenggaraan pertunjukan semata, tetapi juga memerlukan dukungan pembinaan, penguatan kelembagaan, serta perhatian pemerintah agar proses regenerasi pelaku seni dapat berjalan dengan baik.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis, foto bersama, serta wawancara dengan awak media sebelum memasuki acara inti berupa pentas seni yang menampilkan Tari Cepet Randu Budoyo, Kuda Lumping Langen Budoyo, Barongan, dan berbagai pertunjukan seni tradisional lainnya.
Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan, khususnya kepada H. Jafar Shodiq atas dukungan bantuan aspirasi, Pemerintah Desa Peniron, para sesepuh paguyuban, Amin Nuryadi yang telah mengawal usulan aspirasi hingga terealisasi, seluruh panitia, masyarakat, serta insan media yang turut mendukung publikasi kegiatan.
Melalui penyelenggaraan Pentas Kesenian Langen Budoyo dan Randu Budoyo, diharapkan semangat pelestarian seni budaya tradisional Jawa semakin kuat, sekaligus menjadikan kebudayaan sebagai sarana edukasi, penguatan karakter, silaturahmi, dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Kebumen.







