Suhu Ekstrem Arab Saudi Picu Ratusan Jemaah Haji Indonesia Jatuh Sakit dan Dirujuk ke Rumah Sakit

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI Maria Assegaff dalam konferensi pers, Selasa (5/5/2026).(Dok. Kementerian Haji dan Umrah RI)

JAKARTA – Kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Arab Saudi mulai berdampak pada kesehatan jemaah haji asal Indonesia. Hingga hari ke-15 pelaksanaan ibadah, tercatat ratusan jemaah terpaksa mendapatkan perawatan medis intensif akibat kelelahan dan pengaruh suhu udara yang melonjak tajam di Kota Suci Madinah dan Mekkah.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Maria Assegaff, mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru, sebanyak 208 jemaah haji telah dirujuk ke Rumah Sakit (RS) milik Pemerintah Arab Saudi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dari jumlah tersebut, sebagian besar telah diperbolehkan kembali ke penginapan, namun puluhan lainnya masih memerlukan observasi ketat oleh tim medis.

“Jemaah yang dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi sebanyak 208 orang dengan 76 orang masih dalam perawatan,” kata Maria dalam konferensi pers yang digelar daring melalui kanal YouTube Kemenhaj RI, Selasa (5/5/2026).

Selain rujukan ke rumah sakit setempat, Maria memaparkan data kumulatif layanan kesehatan yang menunjukkan tingginya tingkat kebutuhan medis jemaah di lapangan. Total jemaah yang menjalani rawat jalan mencapai 10.746 orang. Sementara itu, jemaah yang dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) tercatat sebanyak 139 orang. Lonjakan angka ini disinyalir berkaitan erat dengan cuaca panas yang menyengat di Tanah Suci.

Laporan meteorologi di wilayah Madinah dan Mekkah hari ini menunjukkan suhu udara berada pada rentang 37 hingga 39 derajat Celcius. Maria pun memberikan imbauan serius bagi para jemaah agar senantiasa waspada terhadap perubahan kondisi fisik mereka selama menjalankan rangkaian ibadah di tengah cuaca panas tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kedisiplinan dalam menjaga kondisi fisik ini memang menjadi sangat penting agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan optimal dan lebih khusyuk,” ucapnya.

Terkait progres keberangkatan, Maria menyebutkan bahwa hingga saat ini sebanyak 229 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari tanah air. Total jemaah yang sudah menuju Arab Saudi mencapai 89.051 orang, didampingi oleh 912 petugas kloter yang siap memberikan asistensi selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah. Khusus di Madinah, data kedatangan mencatat sebanyak 85.039 jemaah telah tiba dan menempati akomodasi yang telah disiapkan.

Seiring berjalannya waktu, pergerakan jemaah mulai bergeser secara bertahap menuju Mekkah untuk bersiap menghadapi puncak haji. “Hingga saat ini 68 kloter dengan 26.037 jemaah dan 272 petugas telah tiba di Mekkah untuk melaksanakan rangkaian umrah wajib dan mempersiapkan diri menuju puncak ibadah haji,” imbuh Maria.

Kementerian memastikan bahwa seluruh tahapan dilakukan secara terkoordinasi dengan pengawalan petugas guna memastikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan jemaah. Maria juga menekankan pentingnya sinergi antara jemaah dan petugas di lapangan.

“Kami ingin menyampaikan rasa terima kasih kami kepada seluruh jemaah haji yang telah tertib dan mematuhi arahan petugas. Kepatuhan dan kolaborasi ini memang menjadi kunci utama kelancaran penyelenggaraan ibadah haji di tahun ini,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *