JAKARTA – Upaya identifikasi terhadap korban kecelakaan lalu lintas antara Bus Antar Lintas Sumatra (ALS) dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatra, Musi Rawas Utara (Muratara), terus menunjukkan perkembangan yang memilukan. Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang mengonfirmasi adanya penambahan jumlah korban meninggal dunia menjadi total 18 orang.
Data terbaru ini muncul setelah petugas melakukan pemeriksaan mendalam terhadap 17 kantong jenazah yang dievakuasi ke Palembang. Dalam proses rekonsiliasi, petugas menemukan fakta bahwa salah satu kantong jenazah berisi lebih dari satu individu. Penemuan ini menjadi titik krusial dalam proses identifikasi fisik para korban yang terdampak kecelakaan fatal pada Rabu (6/5/2026) lalu.
Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Budi Susanto, menjelaskan bahwa terdapat kondisi fisik korban yang menyulitkan proses identifikasi awal. “Bagian tubuh saling menempel di bagian ketiak. Diduga bagian tubuh tersebut milik anak kecil,” ujar Kombes Budi Susanto pada Jumat (9/5/2026) dikutip dari CNNIndonesia.com.
Kondisi jasad yang tidak utuh dan hancur membuat tim medis harus bekerja ekstra melalui pengujian sampel biologis. Meskipun jenis kelamin belum dapat dipastikan secara klinis, ukuran fisik potongan tersebut memberikan petunjuk kuat mengenai usia korban. “Kita hanya bisa mengambil dari beberapa bagian tubuh untuk pemeriksaan sampel. Tapi dari situ kita bisa menduga bahwa temuan satu body part diduga anak-anak yang mungkin usianya di bawah 5 tahun,” jelas Budi.
Peningkatan angka kematian menjadi 18 jiwa ini juga meliputi satu korban yang sempat menjalani perawatan medis intensif. Korban tersebut atas nama M Tahrul, warga Tegal, yang dinyatakan meninggal dunia di RSUD Rupit sebelum sempat dirujuk ke Palembang.
Terkait proses pengembalian jenazah kepada keluarga, pihak kepolisian masih menunggu hasil identifikasi yang valid. Sejauh ini, atribut fisik seperti pemeriksaan gigi, barang bawaan, maupun aksesoris yang melekat pada korban belum dianggap cukup sebagai dasar penetapan identitas yang sah secara hukum. Oleh karena itu, bantuan data dari pihak keluarga sangat diharapkan.
“Untuk informasi keluarga korban saat ini masuk melalui layanan hotline bagi keluarga yang tidak dapat hadir langsung maupun yang datang langsung untuk menyerahkan data-data pendukung di pos antemortem,” tambah Kombes Budi.
Di sisi lain, penyelidikan mengenai penyebab pasti kecelakaan terus berjalan. Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan bahwa tim terpadu dari Ditlantas, laboratorium forensik, hingga tim Traffic Accident Analysis (TAA) masih mendalami olah tempat kejadian perkara (TKP). Dugaan awal, bus mencoba menghindari lubang jalan sebelum akhirnya berpindah jalur dan menabrak truk tangki dari arah berlawanan.







