Sementara itu, Pemimpin Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, menegaskan bahwa dari sisi pasokan dan infrastruktur, kondisi saat ini sangat kuat dan siap untuk mendukung penugasan pemerintah.
“Kapasitas gudang kami mencukupi dan saat ini dalam kondisi terisi optimal seiring dengan tingginya penyerapan gabah petani. Hal ini menunjukkan kesiapan Bulog dalam menjaga cadangan pangan pemerintah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Bulog Kanwil Yogyakarta didukung oleh gudang induk dan filial dengan total kapasitas lebih dari 285 ribu ton. Dari sisi pengadaan, Bulog Kanwil Yogyakarta juga mencatat kinerja positif dengan target pengadaan tahun 2026 sebesar 196 ribu ton setara beras, dan hingga saat ini telah terealisasi sekitar 146 ribu ton setara beras.
“Capaian ini menunjukkan progres yang sangat baik dalam mendukung penguatan stok nasional. Dengan kondisi gudang yang terisi dan serapan yang terus berjalan, kami optimistis target pengadaan dapat tercapai,” tambahnya.
“Kami siap melaksanakan penugasan pemerintah, baik dalam menjaga cadangan beras pemerintah maupun dalam mendukung program-program pangan nasional. Stok yang kuat ini menjadi modal utama dalam memastikan ketahanan pangan tetap terjaga,” lanjut Dedi.
Penyaluran bantuan pangan 2026 juga menunjukkan variasi capaian antar wilayah. Total alokasi beras di DIY sekitar 9,8 juta kilogram dengan realisasi 3,28 juta kilogram atau 33,39 persen.
Bulog juga menjalankan strategi jemput bola untuk menyerap gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram serta memperkuat jaringan Rumah Pangan Kita sebagai jalur distribusi langsung ke masyarakat.
“Kami turun ke lapangan. Petani tidak perlu menunggu. Penyerapan kami lakukan secara aktif untuk memastikan hasil panen terserap optimal,” tutupnya.







