JATINANGOR – Institut Pemerintahan Dalam Negeri menjadi ruang penegasan pentingnya desa sebagai pilar utama pembangunan nasional dalam kegiatan Studium Generale bertajuk “Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia: Desa sebagai Pilar Pembangunan Nasional – Strategi Kepemimpinan Pemerintahan di Era Transformasi”, Kamis (21/5/2026).
Dalam kuliah umum tersebut, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia menegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh keberhasilan transformasi desa.
Di hadapan para Praja IPDN, Menteri Desa dan PDT menekankan bahwa pembangunan desa bukan lagi sekadar agenda pelengkap, melainkan inti dari pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Bangun Desa, Bangun Indonesia bukan sekadar slogan. Masa depan Indonesia dibangun dari 75.266 desa yang produktif, mandiri, dan sejahtera,” tegas Menteri Desa dan PDT.
Ia memaparkan bahwa sebanyak 202 juta jiwa atau sekitar 73 persen penduduk Indonesia masih memiliki keterikatan langsung dengan desa. Karena itu, desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, penguatan sosial, hingga transformasi tata kelola pemerintahan.
Menteri Desa dan PDT juga menjelaskan arah kebijakan pemerintah melalui delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional dan 12 Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia sebagai strategi percepatan transformasi desa. Program tersebut mencakup revitalisasi BUM Desa dan Koperasi Desa Merah Putih, ketahanan pangan lokal, digitalisasi desa, pengembangan desa wisata, peningkatan investasi desa, hingga percepatan pembangunan daerah tertinggal.







