“Sebagian besar produk lokal dan dalam satu rangkaian sistem, dari rumah tangga sampai ke kabupaten. Jadi ini saya kira sangat efektif, ya,” tambah Presiden Prabowo.
Selain dampak lingkungan, Presiden menyoroti sisi kemandirian ekonomi daerah yang tercipta. Operasional TPST ini membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar, mulai dari tahap pemilahan hingga produksi barang daur ulang. Inisiatif ini dipandang sebagai manifestasi nyata dari visi Ekonomi Hijau yang diusung pemerintah untuk memperkuat ketahanan daerah sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil melalui produk RDF.
Hingga saat ini, TPST BLE Banyumas telah menjadi destinasi rujukan bagi berbagai daerah di Indonesia yang ingin mereplikasi sistem pengelolaan sampah serupa. Dengan keberhasilan ini, pemerintah pusat berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan fasilitas serupa di titik-titik strategis nasional guna mewujudkan Indonesia bersih sampah sekaligus berdaulat secara ekonomi.







