Rupiah Anjlok dan Demokrasi Mundur, Dua Elemen BEM Jatim Serukan Reformasi Jilid II

Seruan Reformasi Jilid II oleh dua elemen BEM di Jatim. (Foto: Detik.com)

SURABAYA – Gelombang keresahan mahasiswa di Jawa Timur kian memuncak. Dua poros Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara di wilayah Jawa Timur, yakni BEM Nusantara Jatim Id (@bemnusjatim_id) dan BEM Nusantara Jatim Official (@bemnusjatim.official), secara terbuka menyuarakan desakan “Reformasi Jilid II”. Langkah ini diambil menyusul berbagai persoalan krusial yang melanda Indonesia, mulai dari terpuruknya nilai tukar rupiah hingga isu kemunduran demokrasi.

Koordinator Daerah BEM Nusantara Jatim Id, Deni Oktaviano Pratama, menegaskan bahwa situasi negara saat ini sudah di luar prediksi dan memicu keresahan yang meluas di tengah masyarakat. Berbagai kebijakan pusat dinilai menjadi pemantik utama rencana aksi turun ke jalan ini.

“Jadi memang pada dasarnya reformasi jilid dua yang segera mungkin juga dimulai. Ini bentuk suatu keresahan kita sebenarnya. Bukan hanya dari objek mahasiswa, tapi juga objek masyarakat luas bahwa ketika kita melihat kondisi situasi negara hari ini sungguh di luar prediksi kita bersama. Mulai dari program-program pemerintah pusat seperti MBG, Kopdes, rupiah melemah, termasuk masuk militerisme yang masuk ranah sipil semenjak RUU TNI sampai hari ini sudah disahkan menjadi undang-undang dan berbagai kasus penyerangan terhadap sipil juga itu membuat kami gerah, membuat kami kemudian resah bahwa negara ini mengalami kemunduran demokrasi,” urai mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi tersebut, Selasa (9/6/2026) dikutip dari DetikJatim.

Deni menambahkan, saat ini pihaknya fokus mematangkan konsolidasi di tingkat akar rumput pada setiap kabupaten/kota yang terafiliasi. Aksi demonstrasi diperkirakan bakal digelar dalam 2 hingga 3 pekan ke depan. Menurutnya, mahasiswa tidak membenci sosok pemimpin negara, namun program kerja Prabowo-Gibran seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti menimbulkan polemik, terutama setelah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Cs ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan permainan jual-beli titik lokasi.

Kritik tajam senada juga disuarakan oleh BEM Nusantara Jawa Timur Official. Sang Koordinator Daerah, Muhammad Zainnur Abdillah, menyoroti anjloknya nilai tukar rupiah yang kini menyentuh angka Rp18.012 serta beban APBN yang membengkak akibat program-program pemerintah.

Bacaan Lainnya

“Berangkat dari keresahan itu, teman-teman di beberapa daerah yang lainnya, seperti Jawa Tengah, itu juga sudah melakukan aksi. Makanya, kita di daerah Jawa Timur juga enggak mau cuma diam melihat situasi sekarang ini. Akhirnya kita sepakat untuk melakukan konsolidasi di tanggal 16 nanti. Saya juga koordinasi ke teman-teman untuk segera melakukan kajian di masing-masing kampus,” kata Zainnur yang juga menjabat sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Merdeka Madiun.

Zainnur menjelaskan bahwa narasi “Reformasi Jilid II” ini sengaja digaungkan sebagai stimulan agar pemerintah segera menyadari kondisi negara yang tengah menuju krisis. Pihaknya berencana menggelar konsolidasi akbar bersama perwakilan BEM se-Jawa Timur, termasuk wilayah Surabaya, Malang, Sidoarjo, dan Gresik pada 16 Juni mendatang guna mematangkan tuntutan serta skema aksi simbolis.

Ia mengingatkan, jika pemerintah abai dan tidak segera mengevaluasi kebijakannya, gelombang massa yang lebih besar dipastikan akan bergulir.

“Maka tinggal tunggu saja bahwa kejatuhan dari rezim Prabowo-Gibran akan menunggu waktunya. Kita sebenarnya tidak ingin jika terjadi kericuhan, kemudian krisis di mana-mana yang kemudian mengakibatkan rakyat-rakyat menderita. Tapi kalau tidak kita tuntut dan kita desak pemerintah hari ini, maka yang akan menanggung banyak tentu pemerintah hari ini yang akan jatuh,” pungkas Zainnur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *