JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) berkomitmen untuk meningkatkan transparansi publik di bawah kepemimpinan barunya. BGN berjanji akan menggelar konferensi pers secara rutin bersama media setiap satu minggu sekali guna memperbarui informasi terkait pelaksanaan program kerja organisasi.
Langkah ini diambil menyusul perombakan total struktural pimpinan BGN oleh Presiden RI Prabowo Subianto, setelah pejabat sebelumnya tersandung kasus hukum terkait tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Tadi sudah kita instruksikan seminggu sekali InsyaAllah kita bisa bertatap muka setiap minggu,” ujar Kepala BGN yang baru, Nanik S. Deyang, dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026) dikutip dari Kompas.
Meski menargetkan agenda mingguan, Nanik menambahkan bahwa intensitas pertemuan akan menyesuaikan dengan jadwal pengawasan lapangan yang sedang gencar ia lakukan. Saat ini, fokus utamanya adalah meninjau langsung kesiapan dapur program MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
“Atau maksimal dua minggu sekalilah, soalnya saya juga masih sidak ya,” ucap Nanik menambahkan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat (Karo Kummas) BGN, Khairul Hidayati, menegaskan bahwa agenda rutin ini merupakan bagian dari manajemen pimpinan yang baru. Pertemuan berkala dengan jurnalis ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih terstruktur dan terarah.
“Nanti untuk manajemen pimpinan yang baru ini kami akan rutin melakukan konferensi pers setiap minggu,” tutur perempuan yang akrab disapa Hida tersebut.
Hida juga menjelaskan bahwa setiap sesi konferensi pers nantinya akan mengusung topik yang spesifik agar pembahasan bisa berjalan lebih mendalam dan efektif.
“Jadi mohon untuk setiap minggunya ada tema-tema khusus dan tidak boleh di luar dari tema itu. Terima kasih,” pungkas Hida.
Refleksi keterbukaan ini menjadi babak baru bagi BGN setelah diterpa isu miring. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari posisi Kepala BGN. Pencopotan ini juga dilakukan terhadap dua Wakil Kepala BGN terdahulu, yaitu Brigjen Polisi Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.
Langkah tegas ini diambil setelah Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Dadan, Lodewyk, dan Sony sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang berkaitan dengan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Untuk memulihkan kinerja lembaga, Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, kini resmi naik memimpin sebagai Kepala BGN. Dalam menjalankan tugasnya ke depan, Nanik akan didampingi oleh dua wakil kepala baru, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.







