PROBOLINGGO – Turnamen sepak bola Garda Bangsa Cup 2026 resmi dibuka di Lapangan Cemoro Sewu, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Jumat (17/7/2026). Kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-28 itu akan berlangsung hingga 1 Agustus 2026 dan diikuti 32 tim dari berbagai daerah.
Pembukaan turnamen berlangsung meriah dan disambut antusias ribuan warga yang memadati lokasi pertandingan. Sejumlah pejabat turut hadir dalam seremoni pembukaan, di antaranya Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Multazamudz Dzikri, Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ, Komandan Batalyon, jajaran Koramil, Kapolsek, Camat Krucil, hingga para kepala desa di wilayah setempat.
Ketua Garda Bangsa Kabupaten Probolinggo Mohammad Badrul Kamal mengatakan penyelenggaraan turnamen tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam memperingati Harlah PKB sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga.
“Turnamen ini merupakan bagian dari rangkaian Harlah PKB ke-28. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Badrul saat memberikan sambutan.
Menurutnya, Garda Bangsa Cup tidak hanya menjadi ajang kompetisi sepak bola, tetapi juga wadah bagi anak muda untuk menyalurkan bakat, memperkuat semangat sportivitas, serta membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Garda Bangsa untuk menjadi wadah aspirasi dan kreativitas anak muda. Sebanyak 32 tim telah mendaftar dan kami berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar sesuai harapan bersama,” katanya.
Ia menambahkan, panitia bersama aparat keamanan telah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan seluruh pertandingan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Apabila pelaksanaan tahun ini berjalan sukses, Garda Bangsa Cup diharapkan dapat menjadi agenda tahunan dalam rangkaian peringatan Harlah PKB.
“Kami berkomitmen menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas selama turnamen berlangsung. Jika tahun ini berjalan sukses, kegiatan ini akan menjadi agenda rutin setiap peringatan Harlah PKB,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur yang juga Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah PKB Jawa Timur, Multazamudz Dzikri, mengatakan olahraga, khususnya sepak bola, memiliki nilai strategis dalam membangun karakter generasi muda.
Menurutnya, sepak bola bukan sekadar pertandingan untuk mencari kemenangan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan mental, kedisiplinan, kerja sama, dan cara seseorang mengambil keputusan.
“Sepak bola bukan hanya sekadar olahraga. Dari berbagai penelitian, sepak bola juga bisa digunakan untuk membaca karakter, cara berpikir, bahkan kecenderungan seseorang dalam mengambil keputusan,” ujar Multazamudz.
Ia menegaskan, rangkaian peringatan Harlah PKB ke-28 tahun ini tidak hanya diisi kegiatan politik, tetapi juga berbagai aktivitas yang mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup sehat.
“Melalui rangkaian Harlah PKB ke-28, kami tidak ingin hanya berbicara tentang politik. Kami ingin mengajak masyarakat menjalani pola hidup sehat melalui berbagai kegiatan olahraga, seperti PKB Run, Garda Bangsa Cup, dan turnamen voli yang digelar di sejumlah daerah,” katanya.
Di akhir sambutannya, Multazamudz berharap seluruh rangkaian kegiatan Harlah PKB dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
“Kami berharap ikhtiar mengajak masyarakat hidup sehat menuju Indonesia yang lebih sehat mendapat dukungan dan doa dari seluruh masyarakat. Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan lancar dan membawa manfaat bagi semua,” pungkasnya.
Selain menghadirkan pertandingan sepak bola, turnamen tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ribuan penonton yang hadir selama pembukaan maupun pertandingan diperkirakan meningkatkan aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Lapangan Cemoro Sewu. Kehadiran pedagang makanan, minuman, hingga produk lokal turut memanfaatkan momentum tersebut sehingga perputaran ekonomi masyarakat di Kecamatan Krucil meningkat selama penyelenggaraan turnamen.
Panitia berharap Garda Bangsa Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga mampu mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan ekonomi lokal di Kabupaten Probolinggo.







