Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPDAS Serayu Opak Progo (SOP), Rochimah Nugrahini, M.Si., turut menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pelestarian lingkungan. Pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menyoroti perlunya partisipasi masyarakat dalam berbagai tindakan konservasi, mulai dari penanaman pohon dan pembersihan lingkungan hingga pengelolaan sampah.
Pandangan tersebut sejalan dengan upaya IPDA untuk membangun kolaborasi antara organisasi kepemudaan, masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lingkungan. Kolaborasi dinilai penting agar gerakan yang dimulai dari tingkat desa dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.
Menurut Sakur, pemuda desa memiliki potensi untuk menjadi penggerak perubahan apabila didukung pengetahuan, kelembagaan, dan partisipasi masyarakat. Karena itu, IPDA Jaga Iklim diarahkan menjadi ruang bagi pemuda untuk membangun tanggung jawab ekologis sekaligus mendorong kepedulian lingkungan dalam pembangunan desa.
“Kami ingin IPDA Jaga Iklim tumbuh sebagai gerakan yang konsisten, terbuka terhadap kolaborasi, dan berorientasi pada keberlanjutan. Pemuda memiliki energi untuk menggerakkan perubahan, tetapi dampak yang lebih besar hanya dapat dicapai ketika energi itu bertemu dengan pengetahuan, dukungan kelembagaan, dan keterlibatan masyarakat,” ungkapnya.
Melalui aksi Pemuda Desa Jaga Iklim di Kebumen, IPDA mendorong keterlibatan pemuda dalam konservasi sekaligus memperkuat kesadaran bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Program ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga ekosistem dan memperkuat peran masyarakat desa dalam menghadapi tantangan lingkungan.







