Kemenkes Siapkan 491 Titik Rumah Oksigen untuk Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla

Ilustrasi Karhutla

JAKARTA — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperluas layanan penanganan gangguan pernapasan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyiapkan sekitar 491 titik rumah oksigen di sejumlah daerah terdampak. Pemerintah daerah juga mengoperasikan mobil layanan keliling untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes, Dr. dr. Ten Suyanti, menjelaskan bahwa rumah oksigen merupakan fasilitas berupa ruangan atau bangunan khusus yang dilengkapi pasokan oksigen, baik menggunakan konsentrator maupun tabung oksigen konvensional.

“Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang merasakan keluhan sesak napas, penurunan saturasi oksigen, atau ketidaknyamanan akibat polusi asap karhutla untuk segera mendapatkan pertolongan pertama,” kata Ten di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Fasilitas tersebut tidak hanya menyediakan oksigen, tetapi juga didukung tenaga kesehatan, termasuk perawat, yang bertugas memantau kondisi pasien dan memberikan obat-obatan untuk meredakan gejala sesuai kebutuhan.

Layanan rumah oksigen diprioritaskan di enam provinsi yang terdampak karhutla, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Sebagian fasilitas terintegrasi dengan layanan kesehatan yang sudah tersedia, termasuk puskesmas.

Bacaan Lainnya

Selain menyediakan fasilitas menetap, pemerintah daerah mengoperasikan mobil layanan kesehatan keliling yang dilengkapi perangkat oksigen konsentrat. Layanan bergerak tersebut ditujukan untuk membantu warga yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan, terutama di wilayah terdampak kabut asap.

Masyarakat juga dapat memantau lokasi rumah oksigen melalui laman ICT Watch – Informasi Karhutla. Informasi tersebut memungkinkan warga mengetahui titik layanan yang tersedia di daerah terdampak.

Pos terkait