KEBUMEN — Ikatan Pemuda Penggerak Desa Indonesia (IPDA) menggelar aksi Pemuda Desa Jaga Iklim di Pantai Kaliratu, Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, Kamis (29/10/2026). Kegiatan melalui program IPDA Jaga Iklim tersebut menargetkan penanaman 1.000 bibit pohon untuk mendukung pelestarian lingkungan dan mendorong keterlibatan pemuda desa dalam upaya konservasi berkelanjutan.
Wakil Sekretaris Jenderal IPDA sekaligus Penanggung Jawab (PIC) Jaga Iklim IPDA, Muhammad Sakur, mengatakan bahwa pemuda desa harus mengambil peran aktif dalam menghadapi persoalan lingkungan. Menurutnya, upaya konservasi tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi perlu disertai perawatan tanaman, edukasi masyarakat, pemantauan, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“IPDA Jaga Iklim kami dorong sebagai gerakan yang menerjemahkan kepedulian terhadap lingkungan menjadi tindakan nyata. Pemuda desa tidak boleh hanya menjadi penonton ketika menghadapi persoalan lingkungan. Kita memiliki potensi untuk bergerak, membangun kesadaran masyarakat, dan mengambil bagian dalam menjaga keberlanjutan ekosistem di wilayah masing-masing,” ujar Sakur.
Dalam kegiatan tersebut, IPDA merencanakan penanaman 1.000 bibit pohon. Rencana awal mencakup 250 bibit mangrove dan 250 bibit cemara laut. Sekitar 50 peserta dari jajaran dan pengurus IPDA di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kebumen turut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Sakur menjelaskan, program IPDA Jaga Iklim dirancang untuk memperkuat partisipasi pemuda dalam pelestarian lingkungan dengan memperhatikan karakteristik dan kebutuhan wilayah. Ia menilai desa memiliki posisi strategis dalam upaya konservasi karena masyarakat berinteraksi langsung dengan sumber daya alam dan memiliki modal sosial berupa pengetahuan lokal serta budaya gotong royong.
“Bagi kami, ukuran keberhasilan bukan sekadar berapa banyak bibit yang ditanam dalam satu kegiatan. Yang lebih penting adalah bagaimana tanaman itu dirawat, bagaimana masyarakat terlibat, dan bagaimana gerakan ini menumbuhkan kebiasaan menjaga lingkungan. Menanam merupakan langkah awal; memastikan keberlanjutannya adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberlanjutan program perlu didukung keterlibatan masyarakat, penguatan kemitraan dengan pemerintah, serta koordinasi dengan pihak-pihak yang memiliki kompetensi di bidang lingkungan. Dengan pendekatan tersebut, kegiatan penanaman diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan acara, tetapi menjadi bagian dari gerakan konservasi jangka panjang.







