JOMBANG – Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) menggelar bedah buku Fiqh Disabilitas di Kampung Literasi Tambakberas, Jombang, Jumat (28/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda menyambut Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 sekaligus mendorong penguatan isu inklusivitas dalam kehidupan keagamaan dan organisasi.
Bedah buku menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki perhatian pada isu keislaman dan disabilitas, yakni Katib Syuriyah PBNU Dr. KH. Hilmy Muhammad, MA., anggota tim penulis buku Nyai Hj. Izza Farhatin Ilmi, serta Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND) Fatimah Asri Muttaimnah. Diskusi dipandu Abi S. Nugroho.
Ketua Umum PP IPNU Agil Nuruzzaman mengatakan, isu disabilitas dan inklusivitas perlu mendapat ruang lebih besar dalam pembahasan keumatan, terutama dalam momentum Muktamar NU ke-35.
“Kami berharap pada Muktamar ke-35 ini NU mengangkat isu inklusivitas. Inklusivitas bukan hanya tentang memberikan ruang kepada penyandang disabilitas, tetapi bagaimana seluruh kebijakan, pelayanan, dan gerakan organisasi benar-benar memastikan tidak ada warga yang tertinggal,” ujar Agil.
Menurut Agil, sebagai organisasi pelajar dan kader muda NU, IPNU memiliki tanggung jawab untuk mendorong tumbuhnya perspektif keislaman yang ramah terhadap seluruh kelompok masyarakat.
Ia menilai, pembahasan Fiqh Disabilitas dapat menjadi ruang edukasi sekaligus refleksi bagi kader IPNU dan warga Nahdliyin mengenai pemenuhan hak penyandang disabilitas, baik dalam perspektif fikih maupun kehidupan sosial.







