Sambut Inisiatif “Pendidikan Khas KeJogjaan”, Gus Hilmy: Momentum Membentuk Duta Budaya dari Kalangan Pelajar

Anggota DPD RI Dapil DI Yogyakarta, Hilmy Muhammad Apresiasi Pidato Prabowo di PBB. (Foto: Harianindo.id)

YOGYAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Daerah Istimewa Yogyakarta, Hilmy Muhammad, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam meluncurkan “Pendidikan Khas keJogjaan” (PKJ) yang diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan, termasuk di tingkat perguruan tinggi (20/8/2026).

Senator yang akrab disapa Gus Hilmy tersebut menyambut baik langkah strategis itu sebagai upaya untuk memperkuat identitas dan karakter pelajar serta mahasiswa yang menimba ilmu di Yogyakarta. Menurutnya, pendidikan ini krusial untuk menjembatani pendatang dengan kekayaan peradaban di Yogyakarta.

“Ini yang sudah lama kita harap-harapkan, sudah kita dorong-dorong dari dulu. Kita menyambut baik inisiatif Ngarso Dalem tentang Pendidikan Khas keJogjaan. Kami berharap kurikulumnya memadai dan memberikan ruang luas bagi segenap siswa serta mahasiswa untuk menyelami Jogja lebih dalam, baik dari sisi sejarah, bahasa, tradisi, hingga filosofi kehidupan,” ujar Gus Hilmy di Yogyakarta melalui pernyataan tertulis pada Sabtu (22/08/2026).

Mengutip pepatah populer, Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut menegaskan bahwa pengenalan adalah kunci utama tumbuhnya rasa memiliki.

“Orang Melayu bilang, ‘tak kenal, maka tak sayang’. Jika pelajar dan mahasiswa mengenal Jogja dengan karakteristiknya yang unik, mereka akan lebih hormat dan menghargai peradaban kota ini,” tambahnya.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua Komisi Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY tersebut menekankan pentingnya pendidikan karakter ini bagi mahasiswa perantau yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Baginya, memberikan pendidikan budaya adalah bentuk penghormatan timbal balik antara warga lokal dengan para pendatang.

Pos terkait