Dramatisme Final FIFA Asean Cup 2026: Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti, Indonesia Akhiri Dahaga Gelar 35 Tahun

Pemain Timnas Indonesia melakukan selebrasi setelah menang adu penalti atas Thailand dalam laga final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026). (Foto: Kompas)

JAKARTA – Tim Nasional Sepak Bola Indonesia sukses memutus rantai catatan buruk selama puluhan tahun setelah berhasil merengkuh trofi FIFA ASEAN Cup 2026. Dalam laga puncak yang berlangsung sengit di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam WIB, skuad Garuda menundukkan rival bebuyutannya, Thailand, melalui drama adu penalti usai bermain imbang 2-2 selama 120 menit.

Kemenangan ini menjadi tonggak sejarah krusial bagi sepak bola nasional. Selain menjadi tim pertama yang memenangi ajang FIFA ASEAN Cup 2026, hasil ini mengakhiri penantian panjang trofi resmi tingkat senior selama 35 tahun. Kemenangan ini sekaligus memutus rekor kelam sepuluh tahun tak pernah menang atas Skuad Gajah Warak sejak leg pertama final Piala AFF 2016.

Pencapaian ini terhitung kontras jika dibandingkan dengan rekam jejak Timnas Indonesia yang sebelumnya harus menelan pil pahit akibat tersingkir di babak penyisihan grup pada ajang ASEAN Championship 2026.

Pertandingan final berjalan penuh tekanan bagi anak asuh Indonesia. Meski Thailand harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-81 akibat kartu merah Nicholas Mickelson yang menarik baju Ole Romeny, Indonesia sempat berada di ujung tanduk. Kebuntuan baru terpecah pada menit ke-84 ketika gol bunuh diri Sanron Iklas tercipta akibat salah mengantisipasi eksekusi tendangan bebas Dean James. Namun, hanya berselang tiga menit, Sanron Iklas membalas kesalahannya dengan mencetak gol ke gawang Indonesia.

Skenario buruk hampir menimpa Indonesia pada babak tambahan waktu. Menit ke-111, Peeradol Chamratsamee membawa Thailand unggul 2-1 memanfaatkan skema serangan balik cepat Anan Yodsangwal. Di tengah situasi yang hampir kalah, Elkan Baggott hadir menjadi penyelamat lewat gol penyeimbang pada menit ke-116 yang memaksa laga berlanjut ke adu penalti.

Bacaan Lainnya

Di babak adu penalti, kiper Emil Audero tampil sebagai pahlawan setelah menepis tendangan penalti Nattapong Sayriya, sementara sepakan pemain Thailand lainnya, Sarach Yooyen, hanya membentur tiang gawang. Thailand hanya mampu menyarangkan dua gol melalui Manuel Tom Bihr dan Waris Chooltong. Di sisi lain, empat algojo Indonesia, Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama—sukses menjalankan tugasnya secara sempurna untuk mengunci kemenangan 4-2.

Gelar juara ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi sebagai modal evaluasi dan pemanasan menuju Piala Asia 2027 di Arab Saudi pada Januari mendatang, di mana Indonesia dijadwalkan kembali berada satu grup dengan Thailand, Jepang, dan Qatar.

“Gelar terakhir Timnas Indonesia yang diraih adalah medali emas sepak bola putra SEA Games 2023 setelah mengalahkan Thailand 5-2 di final. Walau begitu, gelar tersebut bukan dari ajang resmi. Dalam arti, trofi ini merupakan paling bergengsi dalam beberapa tahun terakhir,” tulis laporan pertandingan tersebut.

Hasil manis di SUGBK ini menjadi motivasi besar serta memberikan harapan baru bagi perjalanan Timnas Indonesia untuk melangkah lebih jauh di kancah sepak bola Asia.

Pos terkait