Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan UPY Desak Penanganan Krisis Virus di Wilayah Migas Bebas dari Kepentingan Politik

Ilustrasi (foto: Istimewa)

YOGYAKARTA — Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan (HMTP) Fakultas Teknik Universitas Proklamasi Yogyakarta mengingatkan agar penanganan potensi penyebaran virus di sekitar wilayah operasional industri migas tidak dijadikan alat kepentingan politik praktis. Transparansi dan pendekatan berbasis data dinilai menjadi kunci menjaga keselamatan masyarakat dan stabilitas sektor energi.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua HMTP, George Michael Ronald Garlin Pical, menyusul munculnya dugaan bahwa isu krisis kesehatan di sejumlah wilayah terdampak mulai dikaitkan dengan agenda politik tertentu.

Menurut HMTP, meskipun hingga saat ini belum ditemukan kasus positif virus Nipah di Indonesia, pemerintah tetap perlu meningkatkan kewaspadaan

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan selama periode 2024–2026 terdapat 16 kasus suspek virus Nipah, namun seluruhnya dinyatakan negatif setelah pemeriksaan laboratorium.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan juga melaporkan adanya 256 kasus suspek Hantavirus dengan 23 kasus terkonfirmasi HFRS pada Mei 2026.

Bacaan Lainnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *