Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan UPY Desak Penanganan Krisis Virus di Wilayah Migas Bebas dari Kepentingan Politik

Ilustrasi (foto: Istimewa)

George Michael menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan pekerja migas harus menjadi prioritas utama.

“Kami di HMTP memandang bahwa penanganan virus ini harus berbasis data saintifik dan teknis, bukan berdasarkan kalkulasi elektoral. Jika penanggulangan wabah di wilayah terdampak tidak dilakukan secara transparan dan justru dipenuhi kepentingan politik, maka kepercayaan masyarakat terhadap otoritas kesehatan dan industri akan runtuh. Ini menyangkut nyawa manusia dan keberlangsungan ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya.

HMTP juga meminta transparansi penggunaan anggaran penanganan wabah, termasuk dana CSR perusahaan migas, agar benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

Berikut adalah poin tuntutan HMTP Univeritas Proklamasi Yogyakarta sebagaimana diterima harianindo.id pada Jumat (29/5/2026).

  1. Menolak Keras segala bentuk eksploitasi isu virus sebagai alat politik praktis yang dapat mengaburkan urgensi penanganan medis di lapangan.
  2. Mendesak transparansi penuh dalam alokasi anggaran penanganan virus, baik yang bersumber dari pemerintah maupun dana pemberdayaan dari sektor industri migas.
  3. Meminta agar proses rekrutmen satgas atau tim penanggulangan di tingkat desa dilakukan secara terbuka dengan mengedepankan kompetensi dan integritas, bukan kedekatan politik.
  4. Menegaskan bahwa keselamatan warga desa di lingkar tambang/migas tidak boleh dikorbankan demi menutupi kegagalan kebijakan atau kepentingan kelompok tertentu.
  5. Mendukung penuh upaya pemulihan kesehatan masyarakat yang dijalankan secara profesional, akuntabel, dan berpihak pada kemanusiaan.

Bacaan Lainnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *