Ten berharap keberadaan rumah oksigen dan mobil keliling dapat mempercepat akses pertolongan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan. Kelompok rentan, seperti anak-anak dan lanjut usia, menjadi perhatian karena berisiko mengalami dampak kesehatan serius akibat paparan asap.
Di sisi lain, Kemenkes mencatat akumulasi kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang dikaitkan dengan dampak karhutla telah mencapai 333.470 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 75.172 kasus tercatat pada kelompok balita, sedangkan 258.258 kasus terjadi pada kelompok usia di atas lima tahun.
Kasus harian yang dilaporkan masih mencapai 4.522 kasus. Angka tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap layanan kesehatan dan upaya pencegahan paparan asap di kawasan terdampak.
Selain memperluas akses pertolongan medis, masyarakat diimbau mengurangi paparan asap sebisa mungkin, menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar ruangan, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau gejala berat lainnya.
Penyediaan rumah oksigen dan layanan keliling menjadi bagian dari respons kesehatan darurat. Namun, pengendalian sumber kebakaran dan pengurangan paparan asap tetap diperlukan untuk menekan risiko gangguan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak karhutla.







