Menurut Vishnu, temuan tersebut perlu menjadi dasar penyusunan program pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam menciptakan sumber penghasilan berkelanjutan.
“Kita mau memastikan bahwa nanti pada saat ada perubahan kebijakan, mereka jadi tidak terlalu tergantung lagi pada bantuan pemerintah,” ujarnya.
Tim Ekspedisi Patriot UI sebelumnya melakukan kajian potensi ekonomi kawasan Barelang selama empat bulan pada 2025. Hasil kajian tersebut ditindaklanjuti melalui program pendampingan pada 2026 dengan fokus pada pengembangan sektor pertanian, perikanan, pariwisata, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Salah satu hasil pendampingan adalah fasilitasi pengurusan nomor induk berusaha (NIB) bagi 20 UMKM setempat. Program pendampingan TEP UI dijadwalkan berlangsung hingga akhir November 2026 dan diharapkan dapat dilanjutkan melalui kolaborasi perguruan tinggi maupun lembaga pelatihan di Batam.
Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad mendorong pengembangan potensi lokal di Tanjung Banon melalui perencanaan matang, kajian berbasis kondisi lapangan, dan pelibatan aktif masyarakat. Ia menilai pengembangan kawasan perlu memperhatikan pemanfaatan lahan, kelestarian lingkungan, aktivitas ekonomi warga, serta potensi pariwisata.
“Acara ini merupakan momentum yang baik untuk menyatukan semangat dan membangun optimisme masyarakat. Mudah-mudahan kegiatan ini menyemangati warga yang ada di sini agar lebih optimal menjadikan kawasan ini sebagai wilayah yang produktif, berkembang, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Amsakar.
Ia menambahkan, pengembangan sektor UMKM, pertanian, perikanan, dan pariwisata perlu diperkuat untuk memperluas peluang usaha serta lapangan kerja bagi masyarakat.
Manfaat pendampingan juga dirasakan Mery Lelina, warga transmigrasi lokal asal Blongkeng yang telah menempati Rempang Eco City hampir satu tahun. Ia mengaku memperoleh pelatihan pemanfaatan lahan pekarangan dan pengolahan hasil perikanan menjadi berbagai produk pangan.
Mery berharap pendampingan terus dilanjutkan agar keterampilan yang diperoleh warga dapat berkembang menjadi kegiatan usaha yang berkelanjutan.
“Kami berharap nanti Pak Menteri pun selalu memantau kami terus. Biarpun kami sudah agak berapa tahun di sini jangan dilepas,” ucapnya.
Pengembangan kawasan transmigrasi Barelang, yang meliputi Batam, Rempang, dan Galang, turut didukung lima program unggulan Kementerian Transmigrasi, yakni Trans Tuntas, Transmigrasi Lokal, Transmigrasi Patriot, Trans Karya Nusantara, dan Trans Gotong Royong.
Melalui Festival Transmigrasi 2026, Kementerian Transmigrasi mendorong penguatan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk membangun kawasan yang produktif dan mandiri. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan permukiman, tetapi juga memperluas kesempatan kerja, memperkuat usaha lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.







