JAKARTA – Dinamika perombakan kabinet di tubuh Bendahara Negara menyisakan tanda tanya publik mengenai alasan mendasar penggantian pucuk pimpinan APBN. Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi keputusan pemberhentian dirinya oleh Presiden Prabowo Subianto dengan santai namun sarat makna usai menghadiri agenda Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2026).
Pencopotan Purbaya dari posisi Menteri Keuangan secara resmi tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 97P Tahun 2026 mengenai Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih Sisa Jabatan 2024-2029. Posisi strategis penjaga benteng fiskal nasional tersebut kini diserahkan kepada Suahasil Nazara, yang sebelumnya mengemban amanat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Suahasil sendiri telah mengikrarkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo Subianto pada prosesi pelantikan di Istana Negara, Senin (14/9/2026), untuk menjalankan seluruh peraturan perundang-undangan serta menjunjung tinggi etika jabatan.
Meski prosesi perombakan kekuasaan di Kementerian Keuangan berlangsung mulus, suasana pasca-sertijab diwarnai oleh respons ceplas-ceplos dari Purbaya. Mantan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu memilih melepaskan beban tugas negara tanpa menunjukkan raut wajah muram di hadapan awak media. Kepada para wartawan, ia secara terbuka membeberkan agendanya usai tidak lagi menjabat di Kabinet Merah Putih.
“Habis ini mau pulang, mancing di belakang rumah,” ujar Purbaya lepas usai acara sertijab.
Aktivitas memancing di kolam pribadi dinilainya sebagai sarana terbaik untuk melepaskan penat usai menanggalkan tanggung jawab besar sebagai Pengelola Keuangan Negara. Namun, di balik tawa dan suasana santai tersebut, Purbaya melontarkan gurauan yang mengindikasikan keheranan atas keputusan pemberhentiannya yang terkesan mendadak.
“Mancing ikan mujaer, nila. Kan punya kolam di belakangnya, jadi bisa mancing di belakang rumah sambil ngelamun, ‘kenapa dipecat?’ gitu,” kelakarnya yang disambut tawa media.
Gaya santai dan jenaka tersebut seolah menjadi ciri khas Purbaya hingga akhir masa jabatannya. Kendati demikian, nada kelakar mengenai alih tampuk kepemimpinan ini menggarisbawahi realitas politik kabinet yang bergerak cepat, di mana Suahasil Nazara bahkan mengakui baru dihubungi pada pagi hari jelang pelantikan dan belum sempat melakukan komunikasi awal dengan Purbaya sebelum reshuffle direalisasikan.
Kini, tugas berat menjaga stabilitas ekonomi dan mengawal benteng fiskal nasional resmi berpindah tangan. Publik dan pelaku pasar menantikan bagaimana arah kebijakan fiskal di bawah kepemimpinan Suahasil Nazara melanjutkan sisa periode Kabinet Merah Putih 2024–2029.







