Belanja Iklan Digital Kepala BGN Nyaris Rp200 Juta Disorot: Akuntabilitas Anggaran di Tengah Polemik Program MBG Dipertanyakan

Tangkapan layar belanja iklan Kepala BGN Sudaryono di Meta. (Foto: AFU.ID)

JAKARTA – Pengeluaran promosi digital Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menjadi sorotan publik setelah data transparansi platform Meta memperlihatkan belanja iklan berskala besar. Dalam rentang pertengahan Juni hingga pertengahan September 2026, akumulasi anggaran iklan bersponsor pada akun pribadi Sudaryono menembus angka Rp199.014.038, angka yang bahkan melampaui alokasi belanja iklan akun resmi partai politik besar.

Sorotan publik menguat mengingat lonjakan aktivitas promosi digital ini berlangsung berbarengan dengan posisi Sudaryono sebagai figur sentral dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah diwarnai pelbagai dinamika. Hingga kini, mekanisme serta pembiayaan dana promosi tersebut belum terkonfirmasi, baik mengenai kemungkinan penggunaan dana operasional lembaga, anggaran pribadi, maupun dukungan pendanaan dari entitas lain.

Aktivitas belanja media sosial ini mengemuka setelah publik mencermati laporan Meta Ads Library. Pada kurun 15 Agustus hingga 13 September 2026 saja, halaman Sudaryono tercatat sebagai pengiklan terbesar kedua (top spender) dengan total pengeluaran Rp108,86 juta untuk 79 iklan. Capaian belanja iklan personal ini berada di atas pengeluaran akun resmi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang mengalokasikan Rp77,96 juta untuk 30 iklan pada periode serupa.

Secara demografis, alokasi promosi difokuskan pada wilayah berpopulasi padat di Pulau Jawa. Jawa Barat mencatatkan porsi penyerapan tertinggi sebesar Rp35,13 juta, diikuti Jawa Tengah senilai Rp29,18 juta, Jawa Timur sebesar Rp26,39 juta, serta Sumatera Utara dengan Rp15,45 juta. Alokasi lainnya tersebar di Provinsi Lampung sebesar Rp6,9 juta, Riau senilai Rp6,8 juta, dan DKI Jakarta sebesar Rp6,76 juta.

Materi kampanye yang ditayangkan pada September 2026 didominasi pesan seputar sosialisasi MBG, transparansi publik, hingga narasi kepemimpinan nasional. Salah satu materi iklan sosialisasi program MBG menelan biaya Rp800 ribu hingga Rp900 ribu dan menjangkau 125 ribu sampai 200 ribu impresi. Materi tersebut memuat narasi:

Bacaan Lainnya

“Makanan sehat biasanya punya reputasi membosankan. Yang enak biasanya dianggap belum tentu sehat. Program Makan Bergizi Gratis mencoba mempertemukan…”

Materi promosi lain mengangkat tema transparansi pencantuman label kemasan menu MBG dengan biaya di bawah Rp1 juta untuk meraih 350 ribu hingga 400 ribu tayangan. Pesan yang diusung menegaskan:

“Transparansi memang dimulai dari hal yang kelihatannya sepele. Nama menu dan tanggal yang tertulis jelas membuat Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih mudah diketahui dan dipantau. Tidak rumit. Yang penting jelas.”

Selain konten teknis program, akun tersebut mengalokasikan Rp800 ribu hingga Rp1 juta per iklan untuk menampilkan figur Presiden Prabowo Subianto dengan capaian 400 ribu hingga 700 ribu tayangan. Narasi yang disampaikan menekankan kedaulatan serta pemenuhan hak dasar rakyat:

“Negara yang kuat bukan negara yang paling keras suaranya. Tapi negara yang rakyatnya bisa makan, anak-anaknya bisa belajar, energinya aman, dan masa depannya punya jalan…”

Di tengah tingginya perhatian publik terhadap efektivitas dan pengawasan program MBG, kejelasan asal-usul sumber dana belanja promosi personal pejabat publik menjadi krusial untuk menjamin tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan.

Pos terkait