JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi varian 5,5 kg dan 12 kg mulai 18 April 2026. Kenaikan yang mencapai kisaran 18 persen ini dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah dunia serta memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, harga Elpiji 12 kg melonjak dari Rp192.000 menjadi Rp228.000 per tabung. Sementara itu, varian Bright Gas 5,5 kg naik dari Rp90.000 menjadi Rp107.000 per tabung. Kenaikan ini merupakan yang pertama kalinya sejak penyesuaian terakhir pada November 2023.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa kenaikan harga gas domestik tidak terlepas dari meroketnya Indonesian Crude Price (ICP). Pada Maret 2026, ICP menyentuh angka 102,26 dolar AS per barel, melonjak tajam dibandingkan bulan sebelumnya.
“Lonjakan ICP ini dipicu oleh dinamika geopolitik global yang memanas, terutama eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Hal ini berdampak langsung pada terganggunya jalur distribusi energi dunia, termasuk kekhawatiran di Selat Hormuz,” ujar Laode dalam keterangannya di Jakarta.
Kondisi ini menempatkan masyarakat kelas menengah dalam posisi sulit. Berbeda dengan masyarakat berpenghasilan rendah yang masih bisa mengakses Elpiji subsidi 3 kg (tabung melon), kelompok kelas menengah dipaksa beradaptasi dengan harga pasar yang fluktuatif di saat daya beli sedang diuji.
Mantan Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, sebelumnya sempat menyebut bahwa evaluasi harga LPG selalu didasarkan pada tren Contract Price Aramco (CPA) dan nilai tukar rupiah. Dengan kondisi dolar yang menguat dan harga minyak yang melambung, penyesuaian harga menjadi langkah yang sulit dihindari untuk menjaga keberlangsungan pasokan.
Di luar wilayah Jawa dan Bali, harga Elpiji nonsubsidi ini kemungkinan akan lebih tinggi karena adanya penyesuaian biaya distribusi menuju masing-masing daerah. Pertamina memastikan stok gas di tingkat agen dan pangkalan tetap aman meskipun terjadi perubahan harga.







