Rupiah Tembus Rp17.188 per Dolar AS, Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah

Nilai tukar rupiah melemah 0,29 persen ke Rp17.188 per dolar AS pada Jumat (17/4) sore. (Ilustrasi CNN Indonesia)

JAKARTA Nilai tukar rupiah kembali mencatatkan rapor merah pada penutupan perdagangan Jumat (17/4/2026) sore. Mata uang Garuda merosot ke level Rp17.188 per dolar AS, angka yang menempatkan rupiah pada posisi terlemah sepanjang sejarah.

Pelemahan ini tercatat sebesar 50 poin atau turun 0,29 persen dibandingkan sesi perdagangan sebelumnya. Sejalan dengan pasar spot, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), juga mematok rupiah di level rendah yakni Rp17.189 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Lukman, menyebutkan bahwa pergerakan rupiah saat ini berada dalam tekanan besar akibat faktor internal. Meskipun kondisi dolar AS di pasar global tidak terlalu agresif, sentimen di dalam negeri belum mampu menopang penguatan mata uang lokal.

“Rupiah kembali melemah cukup besar dan mencatatkan rekor terlemah sejarah. Sentimen negatif domestik masih menjadi pemicu utama perlemahan rupiah saat ini,” ujar Lukman dalam keterangannya, Jumat sore.

Lukman menambahkan bahwa posisi indeks dolar AS sebenarnya tengah mengalami rebound tipis, namun secara keseluruhan masih berada di kisaran level terendah dalam enam pekan terakhir. Hal ini mengindikasikan bahwa keterpurukan rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh dinamika pasar di dalam negeri dibandingkan faktor eksternal.

Bacaan Lainnya

Nasib buruk rupiah juga dialami oleh mayoritas mata uang di kawasan Asia yang bergerak di zona merah. Berikut rincian pergerakan mata uang Asia sore ini:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *