Sementara itu, konten kreator Maulidya Putri Aji, S.I.Kom. mengajak mahasiswa untuk memulai persiapan memasuki dunia profesional dengan memahami diri sendiri. Menurutnya, rencana karier yang baik perlu diawali dengan pemahaman terhadap kemampuan dan potensi pribadi.
“Mau seperti apa pun rencana kita, langkah awalnya adalah know yourself!,” ujarnya.
Maulidya juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan program studi sebagai alasan untuk membatasi pilihan karier. Pendidikan di perguruan tinggi dapat menjadi dasar yang kemudian dikembangkan sesuai dengan kemampuan dan minat masing-masing.
“Jadi, jangan sampai kalian merasa bahwa serapan kerja sempit karena Prodi. Kalian bisa masuk ke mana pun. Prodi bukan penghalang!” tegasnya.
Menurut Maulidya, setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda. Perbedaan tersebut menjadi bagian dari kekhasan setiap individu sehingga penting bagi mahasiswa untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya sebelum menentukan langkah berikutnya.
Pemahaman terhadap diri sendiri juga dapat membantu seseorang menentukan fokus pengembangan kompetensi. Dengan begitu, latar belakang program studi dapat ditempatkan sebagai fondasi, sementara kemampuan lainnya terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja.
“Dengan mengenali diri sendiri, kita akan lebih mudah untuk fokus pada pengembangan diri, berusaha, berdoa, dan menjalin hubungan dengan orang lain dengan baik, bukan fokus pada omongan orang lain,” katanya.
Adapun enam program studi yang mengikuti kegiatan tersebut terdiri atas Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Guru MI, Ilmu Al-Quran dan Tafsir, Ilmu Hadis, Ekonomi Syariah, serta Perbankan Syariah. Melalui pembekalan ini, calon wisudawan diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk membawa nilai dan pengetahuan yang diperoleh selama kuliah ke dalam dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat.







