IIQ An Nur Dorong Calon Wisudawan Perluas Pandangan tentang Dunia Kerja

Pembekalan calon wisudawan Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) An Nur Yogyakarta yang digelar di Auditorium Utama IIQ An Nur, Kamis (10/9/2026). (Foto: Harianindo.id)

YOGYAKARTA – Memasuki dunia kerja setelah lulus kuliah membutuhkan kesiapan yang lebih luas dari sekadar penguasaan bidang keilmuan. Hal tersebut menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam pembekalan calon wisudawan Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) An Nur Yogyakarta yang digelar di Auditorium Utama IIQ An Nur, Kamis (10/9/2026).

Mengangkat tema “From Quran to Contribution: Membaca Nilai Al-Quran dari Pesantren ke Dunia Profesional”, kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 mahasiswa dari enam program studi. Pembekalan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju pelaksanaan Wisuda ke-18 IIQ An Nur Yogyakarta pada Sabtu (12/9/2026).

Koordinator Bidang Acara Panitia Wisuda ke-18 IIQ An Nur, Muchamad Mufid, mengatakan kesiapan menghadapi dunia profesional menjadi salah satu hal yang perlu diperkuat oleh para calon lulusan. Hal itu diketahui dari hasil evaluasi yang dilakukan dalam persiapan kegiatan wisuda.

“Dari beberapa rapat evaluasi, lulusan kami masih membutuhkan pendalaman di bidang profesionalisme dunia kerja. Jadi, salah satu dari tujuan adanya pembekalan ini adalah hal tersebut,” ungkap Mufid.

Selain kesiapan profesional, panitia juga melihat pentingnya memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai luasnya pilihan pekerjaan yang tersedia setelah lulus. Perubahan pola kerja dan perkembangan teknologi membuat peluang karier semakin beragam sehingga lulusan tidak perlu terpaku pada satu jenis pekerjaan yang dianggap sesuai dengan program studinya.

Bacaan Lainnya

“Hal lain yang menjadi pertimbangan dari acara ini adalah peluang kerja. Kami ingin, mahasiswa tidak terlalu sempit dalam melihat peluang kerja, apalagi di masa yang serba digital,” tambah Mufid.

Perspektif mengenai hubungan antara pendidikan, karakter, dan dunia profesional turut disampaikan Wakil Rektor I IIQ An Nur Yogyakarta Dr. Lina, M.Pd. Ia menekankan bahwa pendidikan tidak cukup diukur dari seberapa tinggi pengetahuan yang dimiliki seseorang. Ilmu, menurutnya, perlu tercermin melalui akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

“Bila tidak, maka ada yang keliru di dalamnya,” ungkapnya.

Dr. Lina juga mengingatkan para calon wisudawan agar ilmu yang diperoleh selama berada di perguruan tinggi dapat memberikan manfaat setelah mereka kembali ke masyarakat. Semangat untuk mengabdi kepada masyarakat dan bangsa menjadi salah satu bentuk dari penerapan ilmu tersebut.

Pos terkait