Lebih lanjut, Ahmad Sayuthi, pemerhati perempuan dan anak, mengatakan keberanian korban untuk mengungkapkan pengalaman yang dialaminya perlu mendapatkan dukungan dari lingkungan terdekat, terutama keluarga.
“Rentetan kasus pelecehan seksual di pulau Kangean ini cukup banyak, dan korban-korban sangat membutuhkan perhatian yang serius. Baik dari orang tua atau siapapun untuk tidak melarang anaknya mengungkapkan sejujurnya, kalau perlu ada dukungan.”
Menurutnya, keberanian korban untuk bercerita menjadi bagian penting dalam mengungkap dugaan kasus kekerasan seksual yang terjadi. Oleh karena itu, dukungan dari orang tua maupun lingkungan sekitar diperlukan agar korban tidak semakin tertekan ketika menyampaikan apa yang dialaminya.
Perlu diketahui, korban bersama pihak yang mendampingi kembali menuntut kejelasan atas perkembangan laporan yang telah disampaikan. Mereka melakukan aksi turun jalan ke Polsek Kangean (1/10/2026) dan berharap aparat kepolisian segera memberikan kepastian mengenai proses hukum serta memastikan hak dan perlindungan korban tetap menjadi perhatian dalam penanganan perkara.







