“Instiba berkomitmen menjadi rumah kedua bagi santri Madura yang ingin melanjutkan studi. Kami siap mendampingi, memberi ruang belajar, dan membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga berkarakter, berintegritas, dan berakar pada nilai-nilai keislaman,” ujar Muksin.
Program Beasiswa LPPD sendiri sudah berjalan sejak 2006 dan makin masif sejak kepemimpinan Khofifah pada 2019. Beasiswa ini tidak hanya meningkatkan mutu akademik, tapi juga menjadi strategi diversifikasi pendidikan tinggi di Jatim. Lewat sinergi pemerintah, kampus, dan pesantren, diharapkan lahir lebih banyak generasi muda Madura yang kompeten dan siap bersaing di level nasional hingga global.
Kehadiran 63 pimpinan perguruan tinggi dalam launching ini menjadi bukti kuatnya kolaborasi. Instiba percaya, dengan dukungan penuh dari Pemprov Jatim dan LPPD, mimpi santri Madura untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa terhalang biaya akan semakin nyata. Langkah ini sekaligus memperkuat peran Instiba sebagai kampus yang lahir dari Madura, untuk Madura, dan siap memajukan Madura.






