Dukungan keluarga, terutama orang tua, menjadi salah satu hal yang ia anggap penting. Ia juga menyebut doa dan dukungan dari para kiai dan bunyai sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanannya selama menjadi mahasiswa.
Selain lingkungan keluarga dan pesantren, Rifqi menilai suasana akademik di IIQ An Nur turut memberikan pengaruh terhadap perkembangan dirinya. Ia merasakan lingkungan kampus yang mendukung mahasiswa untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan.
“Faktor yang terpenting adalah konsistensi dalam belajar, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Teruslah punya kemauan untuk tumbuh dan berkembang. Selain itu, doa dari orang tua, para bapak kiai dan ibu nyai juga menjadi faktor yang tak kalah penting,” tegasnya
Menurutnya, peran dosen juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Pendampingan yang diberikan selama masa perkuliahan membantunya mengembangkan cara berpikir sekaligus mendorongnya untuk terus meningkatkan kemampuan.
“Selain itu, saya merasa iklim akademik di kampus yang suportif juga sangat berperan. Dosen-dosen selalu memberikan bimbingan, arahan, serta motivasi yang mendorong saya untuk berpikir kritis, terus belajar, dan berani mengembangkan potensi diri.”
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana dan meraih predikat wisudawan terbaik, Rifqi berharap IIQ An Nur terus berkembang dalam memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menggali kemampuan mereka. Menurutnya, lingkungan pendidikan yang baik dapat membantu mahasiswa menemukan sekaligus mengembangkan potensi yang selama ini belum terlihat.
Dari pengalaman yang ia rasakan selama menjalani pendidikan, Rifqi berharap IIQ An Nur ke depan dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memberikan lebih banyak kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki.







