Kuasai 30 Juz dan Qiraah Sab’ah, Muhammad Rifqi Muslim Jadi Wisudawan Terbaik Ushuluddin IIQ An Nur

Muhammad Rifqi Muslim Jadi Wisudawan Terbaik Ushuluddin IIQ An Nur. (Foto: Istimewa)

YOGYAKARTA – Muhammad Rifqi Muslim tidak menyangka namanya akan menjadi salah satu yang disebut sebagai lulusan terbaik dalam Wisuda Sarjana ke-18 Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) An Nur Yogyakarta. Mahasiswa asal Jepara tersebut dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Fakultas Ushuluddin setelah menyelesaikan hafalan 30 juz, menguasai qiraah sab’ah, dan meraih nilai tugas akhir 92.

Penghargaan tersebut diberikan dalam pelaksanaan Wisuda Sarjana ke-18 IIQ An Nur Yogyakarta yang berlangsung di halaman kampus, Sabtu (12/9/2026). Rifqi menjadi salah satu dari tiga mahasiswa terbaik yang mewakili masing-masing fakultas di IIQ An Nur.

Di balik pencapaiannya, kemampuan Al-Qur’an menjadi salah satu aspek yang menonjol. Rifqi berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz sekaligus menguasai qiraah sab’ah. Selain itu, capaian akademiknya juga tercermin dari nilai tugas akhir yang mencapai 92.

Sekretaris Fakultas Ushuluddin IIQ An Nur, Nur Aini, M.A., menjelaskan bahwa penentuan mahasiswa terbaik tidak hanya didasarkan pada satu aspek. Pihak fakultas mempertimbangkan sejumlah capaian mahasiswa selama menjalani proses pendidikan.

“Pertimbangan utama dari sisi hafalan Al-Quran dan qiraah sab’ah ya, tapi ada beberapa faktor juga, seperti keaktifan mahasiswa ketika di kelas, kiprah mahasiswa di organisasi, dan sebagainya,” ungkap Nur Aini.

Bacaan Lainnya

Bagi Rifqi, penghargaan tersebut menjadi pengalaman yang tidak pernah ia perkirakan sebelumnya. Sebagai mahasiswa asal Jepara, ia mengaku bahagia sekaligus terkejut ketika mengetahui dirinya terpilih sebagai wisudawan terbaik Fakultas Ushuluddin.

“Saya merasa sangat senang dan berbahagia bisa mendapat kehormatan sebagai wisudawan terbaik fakultas ushuluddin tahun ini, tentu saya tidak menyangka bisa terpilih,” ungkapnya di sela-sela acara wisuda.

Rifqi tidak melihat pencapaian tersebut sebagai hasil dari kerja kerasnya seorang diri. Konsistensi belajar memang menjadi bagian dari proses yang ia jalani, tetapi menurutnya terdapat dukungan dari banyak pihak yang turut mengantarkannya sampai pada titik tersebut.

Pos terkait