Pasukan Perdamaian PBB Gugur di Lebanon Selatan, Indonesia Kecam Pelanggaran Gencatan Senjata

JAKARTA – Seorang prajurit perdamaian PBB (UNIFIL) asal Prancis gugur dan dua lainnya luka parah setelah menjadi sasaran serangan senjata ringan saat menjalankan misi pembersihan bahan peledak di desa Ghanduriyah, Lebanon Selatan, Sabtu (18/4/2026). Insiden ini terjadi di tengah kesepakatan gencatan senjata 10 hari yang seharusnya sedang berlangsung di wilayah tersebut.

Korban tewas teridentifikasi sebagai Florian Montorio dari Resimen Insinyur Parasut ke-17. UNIFIL mengonfirmasi bahwa serangan terjadi secara mendadak saat personel sedang berupaya mengamankan jalur dari bahaya ledakan. Berdasarkan penilaian awal, otoritas PBB menduga serangan ini dilakukan secara sengaja oleh aktor non-negara.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengecam keras tindakan tersebut dan menyatakan bahwa bukti-bukti awal mengarah pada keterlibatan kelompok bersenjata yang didukung Iran. Macron mendesak otoritas Lebanon untuk segera menyeret pelaku ke pengadilan.

Senada dengan Prancis, Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, mengutuk keras insiden yang dianggap mencoreng citra diplomatik Lebanon di mata dunia.

“Sudah jelas bahwa perilaku tidak bertanggung jawab ini menimbulkan kerusakan serius pada Lebanon dan hubungannya dengan negara-negara sahabat serta pendukungnya di seluruh dunia,” tegas PM Nawaf Salam dalam instruksinya untuk penyelidikan segera.

Bacaan Lainnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *