TANGERANG – Di tengah ancaman krisis ekologis yang kian mengikis kawasan pesisir utara Pulau Jawa, Ikatan Wartawan Online (IWO) mengambil langkah nyata dengan menanam 1.400 bibit pohon mangrove di Hutan Mangrove Tanjung Pasir, Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2), Kabupaten Tangerang, Banten, pada Jumat (31/7/2026).
Aksi bertajuk “Penanaman Mangrove Bersama IWO 2026” ini mengusung tema “Wartawan Peduli Lingkungan: Menanam Mangrove untuk Pesisir yang Tangguh”. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT IWO ke-14 yang puncaknya bakal diselenggarakan di Kota Bengkulu pada 8 Agustus 2026 mendatang dengan dihadiri pengurus dari berbagai daerah di Pulau Sumatera.
Namun, di balik aksi hijau ini, IWO membawa pesan kritis terkait kondisi lingkungan pesisir. Wilayah pesisir utara Jawa, mulai dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah, terus menghadapi degradasi parah akibat abrasi pantai yang masif, penurunan tanah (subsidence), intrusi air laut, serta dampak perubahan iklim. Kerusakan vegetasi mangrove sebagai benteng alami dipicu oleh maraknya konversi lahan dan tata kelola pembangunan yang abai terhadap aspek kelestarian.
Merespons krisis tersebut, Ketua Umum IWO Dwi Christianto menegaskan bahwa alih fungsi lahan dan pencemaran telah memperparah benteng pertahanan pesisir, sehingga mengancam kehidupan warga setempat.
“Mangrove sebagai benteng alami pesisir semakin berkurang akibat konversi lahan, pencemaran, dan pembangunan tidak berkelanjutan. Hal ini memperburuk risiko banjir rob, hilangnya biodiversitas, serta ancaman bagi mata pencaharian masyarakat pesisir,” ungkap Ketua Umum IWO Dwi Christianto, Jumat (31/7/2026).
Dwi menilai, jurnalis tidak boleh hanya berperan sebagai pengamat atau pelapor kehancuran ekosistem. Pers memiliki fungsi profesional strategis untuk mendorong solusi, mengawasi kebijakan pemerintah, dan mengontrol jalannya pembangunan agar tetap ramah lingkungan.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Sebagai wartawan, kita harus turun langsung memberikan kontribusi nyata sekaligus memberitakan isu lingkungan dengan akurat dan bertanggung jawab. Mangrove adalah benteng alam kita. Dengan menanam hari ini, kita juga menanam harapan untuk pesisir yang lebih tangguh di masa depan.” Papar Dwi.
Menepis anggapan bahwa aksi ini sekadar rutinitas simbolis, Ketua Panitia Pelaksana, Kirwan, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian acara dirancang agar memiliki dampak teknis dan edukatif yang konkret di lapangan.
“Kami merancang acara ini agar berdampak langsung secara ekologis dan edukatif. Kegiatan diawali dengan sambutan, edukasi teknis penanaman oleh pengelola hutan mangrove, penanaman massal, foto bersama, hingga ramah tamah. Kami ingin memastikan setiap bibit yang ditanam memiliki peluang tumbuh yang tinggi melalui keterlibatan aktif semua pihak,” tegas Kirwan.
Aksi yang melibatkan wartawan, instansi pemerintah, komunitas lingkungan, dan masyarakat lokal ini turut disokong oleh sejumlah perusahaan seperti Bank Central Asia (BCA) Tbk., PT Pelni (Persero), PT Garudafood Tbk., dan PT Pantai Indah Kapuk Tbk. Sinergi antara media dan korporasi ini diharapkan dapat berlanjut secara konsisten demi melestarikan ekosistem, mengurangi emisi karbon, serta mengedukasi publik secara meluas.
“Melalui kolaborasi yang kuat, kedua belah pihak dapat secara konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat luas mengenai pentingnya pelestarian lingkungan, sehingga menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi Indonesia,” tutup Dwi Christianto.







