Riau 69 Tahun: Kaya Sumber Daya, Miskin Tata Kelola?

Penulis, Edi Basri Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau Fraksi Gerakan Indonesia Raya Dapil Kabupaten Kampar, Riau. (Foto: Istimewa)

Sudah saatnya Riau meninggalkan pola pembangunan yang hanya berorientasi pada penyerapan anggaran. Yang jauh lebih penting adalah memastikan setiap rupiah APBD benar-benar menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Infrastruktur harus berkualitas, pendidikan harus semakin maju, pelayanan kesehatan harus semakin mudah diakses, investasi harus menciptakan lapangan kerja, dan ekonomi rakyat harus menjadi prioritas utama.

Politik pun harus kembali kepada tujuan utamanya, yakni menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Jabatan publik bukan sekadar simbol kekuasaan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya di hadapan rakyat tetapi juga di hadapan Allah SWT.

Di usia ke-69 ini, Riau sesungguhnya memiliki semua modal untuk menjadi salah satu provinsi terbaik di Indonesia. Kekayaan alamnya melimpah, masyarakatnya religius, budaya Melayunya menjunjung tinggi marwah dan amanah, serta sumber daya manusianya terus berkembang. Yang masih harus diperbaiki adalah cara kita mengelola seluruh potensi tersebut.

Sudah saatnya seluruh penyelenggara negara menjadikan Hari Jadi Provinsi Riau bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum evaluasi besar-besaran terhadap kualitas kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan. Sudahkah setiap kebijakan benar-benar berpihak kepada rakyat? Sudahkah setiap rupiah APBD digunakan secara amanah? Sudahkah jabatan dijadikan sarana pengabdian, bukan alat mempertahankan kekuasaan?

Masyarakat Riau tidak kehilangan harapan. Mereka hanya menunggu lahirnya kepemimpinan yang mampu mengembalikan kepercayaan publik. Kepemimpinan yang membangun sistem, bukan sekadar pencitraan. Kepemimpinan yang berani memperbaiki tata kelola, memperkuat pengawasan, dan menempatkan kepentingan rakyat di atas segala-galanya.

Bacaan Lainnya

Sesungguhnya, krisis terbesar yang sedang dihadapi Riau bukan semata-mata krisis anggaran. Krisis yang lebih mendasar adalah krisis tata kelola dan krisis kepemimpinan. Selama dua persoalan itu belum dibenahi secara sungguh-sungguh, sebesar apa pun APBD dan sekaya apa pun sumber daya alam yang dimiliki, hasil pembangunan tidak akan pernah mencapai potensi terbaiknya.

Semoga Hari Jadi Provinsi Riau ke-69 menjadi titik balik. Titik balik menuju pemerintahan yang lebih bersih, tata kelola yang lebih profesional, pengawasan yang lebih kuat, serta kepemimpinan yang lebih berintegritas.

Karena sejatinya, kemajuan sebuah negeri tidak ditentukan oleh seberapa kaya bumi yang dipijaknya, melainkan oleh seberapa jujur tangan yang mengelolanya dan seberapa amanah hati yang memimpinnya.

Pucuk pauh delima batu,
Anak sembilang di tapak tangan.
Riau bertuah menanti waktu,
Bangkitlah dengan amanah, bukan sekadar kekuasaan.

Selamat Hari Jadi Provinsi Riau ke-69. Semoga negeri Lancang Kuning kembali menjadi negeri yang bermarwah, kaya bukan hanya karena sumber daya alamnya, tetapi juga karena integritas para pemimpinnya, kuatnya tata kelola pemerintahannya, dan sejahteranya seluruh masyarakatnya.

*Edi Basri, penulis adalah Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau Fraksi Gerindra

Pos terkait